“Aturan makan itu selama 30 menit, selesai enggak selesai ya dihentikan. Enggak ada gunanya ditunggu sampai dua jam, enggak ada jaminan juga sudah ditungguin selama itu makanannya jadi habis dimakan anak,” kata Dr. Kanya belum lama ini.
Aturan kedua, ialah orang tua harus menghindari kebiasaan mengiming-imingi sesuatu pada anak hanya agar anak mau makan. Pasalnya, kebiasaan ini dikatakan Dr. Kanya hanya akan membuat anak mengejar reward saja.
“Jangan diiming-imingi hadiah kayak kalau mau makan boleh beli mainan, nanti dikasih permen dan sebagainya. Nanti anak itu hanya kejar reward saja, tanpa tahu dan paham kalau dia itu butuh makan,” tambahnya.
Selanjutnya, selain buat rentang waktu makan tiap dua hingga tiga jam sekali dengan jeda air putih saja dan minnum susu hanya saat mau tidur dan setelah jam makan saja. Dokter Kanya menegaskan, usahakan saat waktu makan anak diposisikan duduk di kursi dan tidak ada distraksi dari banyak hal atau sesuatu yang ada di sekelilingnya.
“Jangan sambil lari-lari, jalan-jalan, lihat kucing atau naik odong-odong lah. Harus duduk baik di kursi atau di lantai juga boleh. Tidak ada distraksi, itu hanya akan menghipnotis anak untuk membuka mulut, mengunyah makanan dan melakukan apa yang disuruh orang tuanya agar kesenangan dia contohnya nonton Youtube atau nonton televisi itu enggak terputus,” pungkas Dr. Kanya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.