Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketahui Bahaya Kurang Gerak Fisik di Masa Pandemi Covid-19

Antara , Jurnalis-Rabu, 19 Mei 2021 |23:07 WIB
Ketahui Bahaya Kurang Gerak Fisik di Masa Pandemi Covid-19
Ilustrasi gerak fisik. (Foto: Mohamed Hassan/Pixabay)
A
A
A

Sophia mengutip data dari survei IFLS dan jurnal ilmiah The Lancet Global Health, populasi di Indonesia yang tergolong kurang aktivitas fisik pada 2007 berjumlah 19,9 persen, naik menjadi 30 persen pada 2016.

Dia juga mengutip Riset Kesehatan Dasar bahwa pada 2018 terdapat 33,5 persen populasi yang kurang aktivitas fisik pada 2018.

Baca juga: Makin Banyak Anak Muda Keluhkan Sakit Pinggang 

Sementara populasi global terdapat 27,5 persen yang kekurangan aktivitas fisik pada 2018. Dari populasi tersebut, perempuan lebih banyak kurang gerak (28,6 persen) dibandingkan laki-laki (23,4 persen).

Kekurangan aktivitas fisik tentu akan berdampak pada kesehatan individu, jangka pendek, misalnya mengalami nyeri punggung bagian bawah dan radang otot. Dalam jangka panjang, kurang gerak bisa menyebabkan ostheoporosis dan ostheoarthritis.

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 4.295 

Ia mencontohkan ketika terlalu sering duduk atau berbaring membuat fungsi otot-otot besar (paha dan punggung) yang semestinya digunakan untuk menyangga tubuh tergantikan oleh kursi.

Akibatnya, ada penurunan penyerapan gula dan lemak di sel tubuh. Ketika dua zat tersebut tidak digunakan tubuh untuk bergerak, maka kadar gula darah dan kolesterol akan tinggi dan bisa menimbulkan masalah kesehatan lainnya jika gaya hidup ini diteruskan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement