POLA makan yang tak terkontrol dan berlebihan selama perayaan Lebaran memang menjadi masalah tersendiri. Bagi mereka yang tengah menjalani diet, mungkin memilih untuk cheating day dan menikmati berbagai sajian lezat, berlemak dan berkalori tinggi yang sudah disiapkan keluarganya.
Nah, daripada nanti harus kerja keras menurunkan berat badan, ada baiknya Anda menjalani olahraga ringan demi menjaga kenaikan berat badan. Lantas, apa saja tipe jenis olahraga yang praktis namun cocok untuk menurunkan berat badan usai perayaan Lebaran ini?
Berikut enam rekomendasi olahraga praktis dari ahli diet dan nutrisi Ryan Raman, sebagaimana dikutip Healthline, Jumat (14/5/2021).
Jalan kaki
Berjalan kaki disebut sebagai salah satu latihan terbaik untuk menurunkan berat badan. Tipe olahraga yang nyaman, praktis, dan mudah bagi pemula untuk mulai berolahraga tanpa merasa kewalahan atau perlu membeli peralatan. Selain itu, ini adalah latihan berdampak rendah, yang berarti tidak membuat persendian kita jadi stres.
Menurut Harvard Health, diperkirakan bahwa orang dengan berat 70 kilogram membakar sekitar 167 kalori per 30 menit berjalan dengan kecepatan sedang 4 mph (6,4 km / jam).
Olahraga jalan kaki harian ini bisa dilakukan contohnya saat istirahat makan siang, naik tangga di tempat kerja, atau mengajak hewan peliharaan berjalan-jalan sore. Sebagai permulaan, usahakan untuk berjalan selama 30 menit sebanyak tiga sampai empat kali dalam seminggu. Setelah itu durasi atau frekuensinya bisa bertahap ditingkatkan saat merasa lebih bugar.

Jogging atau lari
Kecepatan jogging biasanya antara 4–6 mph (6,4–9,7 km / jam), sedangkan kecepatan lari lebih cepat dari 6 mph (9,7 km / jam). Penelitian menemukan bahwa jogging dan lari bisa membantu membakar lemak visceral yang berbahaya, yang biasa dikenal sebagai lemak perut.
Jenis lemak ini membungkus organ dalam dan berhubungan dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Jogigng atau lari adalah olahraga bagus yang bisa dilakukan di mana saja dan mudah untuk dimasukkan ke dalam rutinitas mingguan kita.
Untuk memulai, targetkan joging selama 20–30 menit dengan intensitas tiga sampai empat kali per minggu. Jika merasa jogging atau lari di luar ruangan terasa berat bagi persendian, cobalah berlari di permukaan yang lebih lembut seperti rumput atau bisa juga melakukannya dengan bantuan alat treadmill.