“Kami bergantian melakukan CPR pada pria itu. Sementara itu, saya dengan panik mencari tas jinjing pria itu di pesawat. Saya ingin memastikan bahwa dia bukan pelaku bom bunuh diri yang mencoba menjalankan misi. Sayangnya, satu-satunya hal yang saya temukan adalah dua surat bunuh diri, paspor Selandia Baru pria itu, dan sikat gigi,” tuturnya.
Tak lama pesawat pun mendarat dengan selamat mendarat di Bandara Denver dan pria itu dibawa oleh petugas medis melalui pintu dapur belakang sementara penumpang lainnya turun dari bagian depan pesawat.
Pihak maskapai harus mencari pesawat lain agar penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan armada dan awak kabin baru, sementara kru asli tetap tinggal di Denver untuk pembekalan.
“Pria itu meninggal di rumah sakit dan surat-suratnya ditujukan kepada pacar dan saudara perempuannya,” sambung Knight.
Baca juga: Ternyata Ini Alasan Pramugari Kerap Amati Penumpang dari Rambut hingga Ujung Kaki
Rupanya pria itu sedang mengalami masalah hukum. Awalnya, ia membeli truk baru dari diler mobil di Orlando, Florida sepekan sebelumnya, namun ia tak senang dengan kesepakatan yang didapt. Alhasil, dirinya kembali ke diler mobil dan menjalankan truknya ke showroom serta membakar tempat itu dengan bensin hingga menyebabkan luka di lengannya.
“Ia menyebabkan kerusakan lebih dari satu juta dolar dan dibebaskan dengan jaminan tetapi memutuskan untuk terbang kembali ke Selandia Baru untuk menghindari masalah hukumnya. Entah bagaimana dia berubah pikiran dan melarikan diri tepat sebelum dia naik ke penerbanganku,” tuturnya.
"Sejak kejadian itu, saya tidak pernah melihat pintu toilet dengan cara yang sama lagi,” ujar Knight di ujung cerita.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.