Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marah-Marah Sebabkan Hipertensi, Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 20 April 2021 |19:23 WIB
Marah-Marah Sebabkan Hipertensi, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Namun kebiasaan marah-marah ini, sambungnya, tidak bisa menjadi tolak ukur seseorang mengidap hipertensi. Karena masih banyak orang yang mengidap hipertensi padahal karakternya penyabar dan jarang marah-marah.

“Banyak juga yang mengalami hipertensi, padahal orang itu diam-diam saja. Orangnya diam saja kalem saja, enggak pernah marah-marah tapi ketika diukur tekanan darahnya malah tinggi,” lanjutnya.

Senada dengan ucapan Dokter Ario, Dokter Spesialis Saraf, dr Amanda Tiksnadi, SpS (K), pun menjelaskan perbedaan orang yang mengalami tekanan darah tinggi, dengan penderita hipertensi. Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang menetap, jadi bukan fluktuatif. Kondisi inilah yang sering dialami penderita hipertensi.

"Kalau seseorang jongkok berdiri saja sudah terjadi perubahan tekanan darah secara tiba-tiba. Tapi kondisi itu akan sembuh dengan sendirinya, jadi tidak bisa disebut sebagai penderita hipertensi,” tuntasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement