VAKSIN Covid-19 memang diperlukan untuk menekan angka kematian akibat penyakit ini. Oleh karena itu banyak negara-negara produsen vaksin akhirnya melakukan embargo untuk menyelamatkan negaranya masing-masing.
Meski demikian, masih ada saja mereka yang menentang keberadaan vaksin Covid-19 tersebut. Bahkan, mereka pun berusaha sebisa mungkin mencari-cari alasan yang sebenarnya tidak masuk di akal.
Nah, baru-baru ini akun Instagram teluuurrr (instagram.com/teluuurrr) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar komentar dari sebuah akun yang ditutupi namanya. Di gambar tersebut terdapat narasi sebagai berikut:

“Saya kasih tahu ini vaksin korongna itu mRNA… RNA messenger. Dia adalah kode gen yg merupakan instruksi untuk sintesis DNA dan protein2 dalam tubuh kita makanya banyak dokter bule bilang ini bukan vaksin tapi terapi gen. Jadi begitu disuntik dia langsung memodulasi gen kita, injeksi itu kan langsung ke aliran darah, langsung masuk ke cairan interstitial/antar sel, langsunh mRNA ini jadi instruksi untuk menyebabkan mutasi. Makanya, Prof. Dolores Chahill memprediksi kematian pasca injeksi adalah 5-10 tahun dan untuk lansia adalah 2-3 tahun… Lah kok ada yg baik2 saja setelah disuntik, termasuk ALUSI… Apa gunanya BARCODE????? Ini percobaan besar2 gak semuanya berisi vaksin, sisanya placebo/sediaan kosong… Pake barcode supaya bisa dentry datanya dan dievaluasi berdasarkan data pasien… Makanya vaksin covid ini pendataannya cakep kan… Begitulah, jadi tolaklah sekuat tenaga, uang bisa dicari, tubuh udh rusah gabisa diganti.”
Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa mRNA bukan vaksin melainkan terapi gen yang memberikan instruksi untuk mutasi virus adalah klaim yang menyesatkan.
Faktanya, bukan instruksi untuk mutasi virus. Instruksi yang dilakukan oleh mRNA adalah memicu respons imun. Vaksin yang berbasis mRNA menginstruksikan sel-sel dalam tubuh untuk membuat protein, sehingga membentuk antibodi yang dapat mencegah infeksi virus.
Dilansir dari artikel berjudul “[SALAH] Vaksin Moderna Dirancang untuk Mengubah DNA Manusia” yang terbit di situs turnbackhoax.id pada 7 Maret 2021, pernyataan tersebut menyesatkan. Tidak benar bahwa vaksin yang berbasis mRNA seperti Moderna, Pfizer, BioNTech, dapat mengubah DNA manusia.