Keputusan sejumlah anggota komisi IX DPR RI yang siap untuk divaksin menggunakan vaksin Nusantara menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Pasalnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku lembaga yang mengawasi keamanan vaksin belum memberi lampu hijau uji klinis tahap berikutnya terhadap vaksin Nusantara.
Dokter Relawan Covid-19 sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan bahwa tahap-tahap dalam pengembangan obat atau vaksin terdiri dari banyak bagian. Dalam kesempatan tersebut ia pun menjelaskan secara singkat mengenai tahapan-tahapan tersebut.

“Yang pertama adalah preklinik. Biasanya dilakukan di hewan untuk mengetahui bagaimana cara kerja dan dosis-dosisnya, kemudian apakah ada efek sampingnya terhadap hewan, serta manfaatnya,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (14/4/2021).
Setelah tes kepada hewan lolos, baru vaksin atau obat diujikan kepada manusia dalam populasi yang terbatas. Kondisi ini biasanya disebut dengan uji klinis fase pertama. Selain itu, uji klinis pertama ini sampelnya hanya 100-an atau di bawah 1.000.