PENYAKIT jantung koroner memang terjadi lantaran orang mnerapkan gaya hidup tidak sehat. Apalagi, di tengah pandemi ini gaya hidup masyarakat semakin konsumtif dan jarang berolahraga.
Di Indonesia sendiri, penderita penyakit jantung banyak dialani oleh pria golongan lansia. Angka kematiannya pun cukup tinggi, karena mereka tak melakukan perawatan dini terhadap penyakit yang diidapnya.
Dokter Spesialis Jantung, dr Emanoel Oepangat, SpJP, FIHA, mengatakan, bagi seseorang yang berusia senja harus benar-benar menjaga perilaku hidup sehat agar bebas penyakit jantung. Penyakit ini menduduki peringkat kedua, dari 10 penyakit mematikan lainnya.

"Melakukan deteksi dini guna mencegah gangguan jantung koroner itu perlu. Tapi sayangnya, masih banyak orang yang takut melakukannya," ujar dr Emanoel saat dihubungi Okezone.
Gangguan jantung, tambah dr Emanoel, paling banyak disebabkan karena arteroksklerosis atau pengapuran lemak. Terjadi pula pelekatan lemak di sekitar pembuluh darah jantung.
Guna menghindari kematian akibat penyakit jantung, seorang pasien dapat melakukan pemasangan ring. Ini merupakan langkah intervensi tindakan yang mudah dilakukan oleh seorang dokter. "Pemasangan ring atau stent dilakukan untuk melebarkan pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat," terang dr Emanoel.