Sejak saat itu Chantel Giacalone mengalami syok anafilaksis dan membutuhkan perawatan medis segera. Namun, menurut gugatan yang dilayangkan keluarganya, perawatan medis yang diterima Chantel Giacalone mengalami kegagalan.
Baca juga: Peneliti Sebut Obesitas Pengaruhi Struktur Otak, Yuk Turunkan Berat Badan!
Christian Morris, pengacara yang mewakili keluarga dalam gugatan perdata menyatakan bahwa otak Chantel Giacalone dibiarkan tanpa oksigen karena petugas ambulans tidak memiliki epinefrin IV yang merupakan pengobatan adrenalin untuk reaksi alergi parah.
Sebaliknya, mereka memberikan epinefrin intramuskular. Alhasil, setelah melewati persidangan, rumah sakit siap membayar Rp431 miliar meskipun mereka menyangkal paramedis telah melakukan kesalahan.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.