Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belum Baligh, Dokter Minta Orangtua Jangan Paksa Anak Puasa

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 12 April 2021 |14:11 WIB
Belum Baligh, Dokter Minta Orangtua Jangan Paksa Anak Puasa
Puasa (Foto: The Conversation)
A
A
A

Sebentar lagi umat Muslim Indonesia akan berpuasa Ramadhan. Apakah Anda siap menjalaninya meski masih di tengah pandemi Covid-19? Apakah anak Anda pun sudah disiapkan untuk bisa puasa 'full' seharian?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Aryono Hendarto, meminta agar orangtua tidak memaksakan anak-anak mereka untuk berpuasa 'full' di bulan Ramadhan.

 puasa

"Kecuali dia sudah baligh. Kalau anak laki-laki ditandai sudah mimpi basah, sedangkan anak perempuan sudah haid. Itu baru wajib. Kalau belum baligh, jangan dipaksa, ya," kata Prof Aryono dalam Webinar, Senin (12/4/2021).

Hal ini karena akan mengganggu pribadi si anak itu sendiri. Terlebih, jika orangtuanya sampai memberikan ancaman atau hukuman pada si anak yang belum baligh jika tidak berpuasa 'full' seharian.

Padahal, di usia anak yang belum baligh, sebaiknya puasa Ramadhan itu sifatnya 'pembelajaran' bukan 'kewajiban'. Ini mesti dibedakan sehingga si anak pun benar-benar siap untuk berpuasa Ramadhan pada waktunya nanti.

Makanya, ketika si anak yang belum baligh itu ternyata hanya kuat setengah hari atau per 3 jam puasa, sebagai orangtua, kata Prof Aryono, Anda tidak boleh memarahinya. "Sebab, mereka masih tahap belajar, belum kewajiban. Di situ peran orangtua hadir memberikan dukungan serta pemahaman ke si anak mengenai makna puasa Ramadhan yang benar," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement