Pemikiran pesimis akan keadaan yang belum juga kembali normal, semakin didukung ketika maskapai tersebut mengatakan pada Rabu bahwa industri penerbangan menghadapi pemulihan tertunda memasuki puncak musim panas karena lambatnya peluncuran vaksin virus corona di Uni Eropa.
Melansir AP, lalu lintas penumpang Ryanair turun 81,5 persen menjadi 27,5 juta penumpang pada tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret lalu karena perintah penguncian (lockdown) dan pembatasan perjalanan. Hal ini memaksa orang-orang yang hendak melakukan perjalanan untuk tinggal di rumah.
Maskapai tersebut berharap lalu lintas perjalanan tahun ini dapat mendekati batas minimum dari perkiraan sebelumnya yang berkisar antara 80 juta hingga 120 juta penumpang. Untuk pendapatan fiskal 2021, Ryanair akan melaporkannya pada 17 Mei 2021 mendatang.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.