Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemilik Mata Minus Gak Bisa Jadi Pramugari? Anisa Fajar Ungkap Faktanya

Fatha Annisa , Jurnalis-Minggu, 11 April 2021 |06:03 WIB
Pemilik Mata Minus <i>Gak</i> Bisa Jadi Pramugari? Anisa Fajar Ungkap Faktanya
Pramugari Anisa. (Foto: Instagram)
A
A
A

SAAT bertemu pramugari yang tengah bekerja atau berjalan di bandara, pasti Anda tidak pernah menemukan mereka memakai kacamata. Sebenarnya boleh atau tidak seorang pramugari bermata minus?

Pramugari atau kru kabin merupakan salah satu pekerjaan yang tugas utamanya adalah menjaga keamanan dan keselamatan penumpang pesawat. Dalam menjalani pekerjaannya, mereka dituntut berpenampilan menarik.

Tidak pernah ada pramugari yang menggunakan kacamata selama bekerja. Hal ini bukan berarti perempuan yang mengalami mata minus tidak akan bisa menjadi pramugari.

 Anisa

Anisa Fajar, mantan pramugari di maskapai plat merah Indonesia, menyampaikan kepada Okezone, untuk menjadi pramugari ada tes kesehatan mata yang harus dilewati. Calon pramugari diperbolehkan bermata minus, asalkan ukuran minus matanya tidak melebihi -1 dioptri atau sesuai dengan peraturan setiap maskapai.

“(Mata minus) boleh, tapi itu ada aturannya. Kalau gak salah di atas 1, ya. Lebih dari itu gak boleh. Tapi kalau cuma 0.0 sekian masih bisa,” jelas Anisa kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Mantan pramugari cantik itu menambahkan, jika memang pramugari bermata minus, maka mereka harus menggunakan softlens atau kacamata yang sudah ditentukan oleh perusahaan dan sudah tertera jelas di buku FASGB (Flight Attendant Service Guide Book).

Softlens yang digunakan juga tidak boleh berwarna mencolok untuk menyeragamkan penampilan pramugari tersebut dengan kru kabin lain yang tidak menggunakan softlens.

“Pakai softlens-nya harus yang tidak boleh mencolok. Gak boleh berwarna, harus bening,” katanya.

Namun seiring perkembangan teknologi, saat ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi perempuan yang ingin menjadi pramugari, tapi bermata minus. Contohnya adalah melakukan operasi lasik mata atau laser-assisted in-situ keratomileusis.

Lasik merupakan prosedur medis yang ditujukan untuk menangani beberapa gangguan penglihatan, termasuk rabun jauh (miopia), rabun dekat (hiperopia), dan astigmatisme. Jika ingin melakukannya, pastikan pahami prosedur serta risikonya terlebih dahulu, ya! 

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement