Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Filosofi Telur saat Perayaan Paskah

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Minggu, 04 April 2021 |10:37 WIB
Mengenal Filosofi Telur saat Perayaan Paskah
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SELAMAT Paskah bagi semua umat Kristiani! Di hari paskah ini, memang identik dengan gambar telur yang dihias berbagai macam.

Nah, mungkin banyak dari yang penasaran, kenapa paskah identik dengan telur. Apalagi, telur tersebut banyak dikreasikan. Rupanya makna di balik itu telur dianggap sebagai simbol kelahiran makhluk baru. 

Tapi memang makna Paskah dikenal sebagai momen untuk mengenang Yesus yang meninggal dunia di tangan bangsa Romawi.

Sejak berabad-abad yang lalu, penganut Yesus selalu mewarnai telur ayam menjadi merah. Karena untuk melambangkan darah Yesus saat wafat dengan cara disalib. Kemudian Tuhan mereka bangkit kembali pasca-kejadian. Namun, di balik makna itu masih banyak orang yang ragu-ragu dalam penafsirannya.

Paskah

Tapi di zaman modern banyak orang berharap untuk mengambil bagian dalam berburu telur Paskah. Perburuan itu dilakukan selama periode perayaan hari yang sakral ini.

Ada ratusan perburuan telur dihelat di seluruh negara. Anak-anak dan orang dewasa dapat bergabung dalam kegembiraan dan mencoba untuk mencari telur. Seru sekali!

Tak hanya telur, umat Nasrani juga menyiapkan aneka hidangan cokelat bertema Paskah. Ada beberapa kreasi bentuk yang menarik perhatian. Anak-anak pasti menyukai, apalagi kalau terlihat menggiurkan.

Selain itu, ada acara sakral di gereja yang juga mengharuskan umat Nasrani untuk mengikuti pelayanan. Ibadah sangat penting dilakukan, terutama dalam pekan ini. Demikian dilansir Independent.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement