CDC menyebutkan, penemuan ini konsisten sejalan dengan hasil dari uji klinis yang dilakukan sebelum vaksin menerima otorisasi darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA).
“Studi ini menunjukkan bahwa upaya vaksinasi kita berhasil. Vaksin mRNA Covid-19 resmi memberikan perlindungan dunia nyata awal dan substansial terhadap infeksi bagi personel perawatan kesehatan negara kita, petugas darurat dan pekerja esensial garda terdepan lainnya," ujar Dr. Rochelle P. Walensky, Direktur CDC.
Disebutkan lebih lanjut, studi yang dipuji para peneliti CDC tersebut melibatkan tes swab hidung PCR mingguan, karena bisa memperlihatkan hasil pada infeksi terlepas dari gejala-gejalanya.
“Studi tersebut menunjukkan bahwa dua vaksin mRNA ini dapat mengurangi risiko semua infeksi SARS-CoV-2, bukan hanya infeksi simptomatik," bunyi pernyataan CDC.
CDC juga menekankan betapa pentingnya kemampuan vaksin untuk mengurangi semua infeksi untuk menekan penyebaran virus.
(Dyah Ratna Meta Novia)