Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Syarat Indonesia Buka Pintu untuk Wisatawan Mancanegara

Antara , Jurnalis-Sabtu, 27 Maret 2021 |13:01 WIB
Syarat Indonesia Buka Pintu untuk Wisatawan Mancanegara
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo (Okezone.com/Arif Julianto)
A
A
A

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mulai membuka pintu wisata bagi wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, khususnya Bali.

Menurut Luhut, pertimbangan untuk membuka kembali pariwisata lantaran program vaksinasi saat ini tengah dilakukan pemerintah, termasuk untuk wilayah Bali.

Baca juga:  Angela Tanoesoedibjo Tekankan Pentingnya Terobosan Digital Bangkitkan Pariwisata

"Kapan kita mau buka dengan asing? Itu pembicaraan masih jalan juga. Kami juga melihat mana yang boleh datang ke mari, (yaitu negara) yang (kasus) COVID-nya sudah mulai turun dan (yang sudah mendapat) vaksin juga makin banyak. Sekarang masih dibicarakan mengenai itu," katanya dalam jumpa pers virtual Bali Investment Forum 2021, Jumat kemarin.

Luhut menambahkan, pemerintah sendiri tengah mengevaluasi kebijakan larangan masuk bagi wisman ke Indonesia melalui rapat pada Sabtu (27/3/2021).

Namun, mantan Menko Polhukam itu menegaskan kebijakan untuk membuka pariwisata bagi wisman juga harus menggunakan parameter tertentu dan sifatnya resiprokal.

Pembukaan pariwisata pun, lanjut dia, tidak akan dilakukan secara nasional, melainkan per titik, misalnya hanya di Bali saja.

Baca juga:  Sandiaga Uno Dorong Long Term Visa bagi Turis Asing

"Jadi mesti kita buat parameter yang sama, di Indonesia atau Bali ini dengan nanti negara asing yang mau masuk ke kita. Jadi kalau misalnya Korea, Qatar, itu sama parameternya dan kami setuju, ya kami bikin travel bubble di situ," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo menjelaskan sejumlah pertimbangan pemerintah untuk membuka Bali bagi turis asing.

Pertama, yakni negara-negara dengan penyebaran COVID-19 dapat ditangani dengan baik serta program vaksinasi di negara tersebut berjalan dengan baik.

"Karena kita ingin mengurangi risiko ketika kita membuka Bali untuk turis asing," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement