Dalam studi tersebut, ilmuwan memeriksa hampir 500 partisipan asal Jepang yang terdiri dari pria dan wanita. Menurut hasil studi yang sudah diterbitkan dalam 'Journal of Food Science and Nutrition' itu, para partisipan diberikan jus tomat tanpa garam selama setahun penuh.
Mereka diminta menulis di buku harian terkait asupan yang dikonsumsi setiap hari dan perubahan yang diperhatikan dalam kesehatannya. Di akhir studi, ditemukan bahwa tekanan darah 94 peserta pra-hipertensi atau hipertensi yang tidak diobati turun secara signifikan setelah meminum jus tomat secara rutin.
Efek menguntungkannya serupa di antara pria, wanita, dan perbedaannya turun dari 141,2 menjadi 137 mmHg, serta tekanan darah diastolik turun dari 83,3 menjadi 80,9 mmHg. Manfaat potensial jus tomat adalah karena berbagai senyawa bioaktif seperti karotenoid, vitamin A, kalsium, dan asam gamma-aminobutirat yang terdapat dalam buah merah ini.
Senyawa tersebut diyakini berperan besar dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis, termasuk pencegahan penyakit kardiovaskular. Jus tomat juga kaya likopen, antioksidan kuat dengan manfaat kesehatan yang luar biasa.
(Martin Bagya Kertiyasa)