TUBERKULOSIS (TB) menjadi salah satu penyakit yang harus selalu mendapat perhatian, terutama di masa pandemi covid-19 ini. Pasalnya, beberapa penderita TB diketahui tidak rutin periksa ke fasilitas layanan kesehatan karena takut tertular wabah penyakit.
Berdasarkan Data Global TB Report 2020, penyakit yang juga menyerang paru-paru ini banyak terjadi di Indonesia dengan jumlah mencapai lebih dari 560 ribu kasus.
Baca juga: Selama Pandemi, Data Pelaporan Kasus Tuberkulosis di Indonesia Menurun
Pada 2030, Indonesia memiliki target bebas dari tuberkulosis. Oleh karena itu, pola hidup sehat menjadi salah satu kebiasaan yang dapat dilakukan masyarakat Indonesia agar terhindar dari penyakit menular ini.
"Menjalani hidup sehat sangat penting dilakukan, apalagi di era pandemi saat ini, karena dapat memberikan banyak sekali manfaat bagi kita semua. Salah satu manfaat kebiasaan hidup sehat yaitu meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas diri," ungkap praktisi kesehatan dr Asyahidatul Muchlisah Fitriana dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/3/2021).
Dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia yang diperingati setiap 24 Maret, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan kebiasaan sehat menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

1. Mengonsumsi sayur dan buah
Sayur dan buah penting untuk menjaga metabolisme di dalam tubuh. Kandungan yang terdapat di dalam buah dan sayur dapat membantu tubuh untuk mencegah banyak penyakit. Setiap orang disarankan mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan kebutuhan tubuh.
2. Melakukan aktivitas fisik
Meskipun di rumah saja, aktivitas fisik sebaiknya tetap dilakukan secara rutin agar dapat meningkatkan daya tahan dan sistem kekebalan tubuh.
Aktivitas fisik dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti jalan kaki atau sambil membersihkan rumah. Tidak hanya untuk kesehatan fisik, olahraga juga dapat membantu mengurangi stres dan mengendalikan kecemasan.
Baca juga: Target Eliminasi Tuberkulosis 2030 Terancam Gagal Akibat Pandemi Covid-19
3. Tidak merokok
Dampak negatif untuk kesehatan dari merokok bisa dirasakan baik oleh perokok aktif maupun perokok pasif. Rokok mengandung zat yg bersifat toksik bagi organ tubuh (paru-paru, ginjal, lever, otak, dan organ lain). Rokok juga bisa memperparah penyakit yang sudah ada, atau meningkatkan risiko terkena penyakit terutama penyakit saluran napas.
Terdapat juga hubungan merokok dengan penyakit tuberkulosis paru, seperti meningkatkan dan memperparah risiko terinfeksi TB paru.
4. Menjaga kebersihan lingkungan
Faktor eksternal yang memengaruhi kesehatan tubuh adalah lingkungan kita. Jika lingkungan sehat, maka berbagai macam sumber penyakit tidak akan mudah datang ke dalam tubuh.
Membersihkan lingkungan juga dapat menjadi salah satu cara untuk tetap aktif bergerak. Melakukan cek kesehatan berkala cek kesehatan atau medical check-up (MCU) merupakan langkah preventif yang sangat direkomendasikan untuk mengetahui penyakit yang diderita dan mencegah terjadinya kemungkinan komplikasi untuk beberapa penyakit.
Bila mengetahui penyakit yang diderita sejak awal, pengobatan yang dilakukan di kemudian hari akan lebih ringan.
Baca juga: WHO Apresiasi Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia saat Pandemi
5. Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
Banyak risiko yang mungkin terjadi jika mengonsumsi alkohol secara berlebihan. Beberapa penyakit yang mungkin terjadi adalah hepatitis, perlemakan hati, kanker, anemia, dan tuberkulosis.
(Hantoro)