Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Herman Lantang Sahabat Soe Hok Gie Meninggal Dunia

MNC Portal , Jurnalis-Senin, 22 Maret 2021 |08:52 WIB
Herman Lantang Sahabat Soe Hok Gie Meninggal Dunia
Ilustrasi karangan bunga dukacita. (Foto: Okezone)
A
A
A

HERMAN Lantang, pendiri organisasi Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), meninggal dunia pada Senin 22 Maret 2021 subuh tadi. Berita duka ini tersiar lewat pesan media sosial Facebook salah satu anggota istimewa Mapala UI Syamsirwan Ichien.

"Selamat jalan Senior. Telah meninggal Dunia Legenda Petualang Indonesia Hari ini jam 03.00 wib. Saat ini Jenazah di RSUD Tangerang Selatan Pamulang," demikian isi pesan Syamsirwan Ichien, sebagaimana dikutip MNC Portal.

Baca juga: Cegah Peradangan, Segera Hindari Kebiasaan Ini 

Herman Lantang diketahui sebagai mantan mahasiswa Jurusan Antropologi FSUI dan mantan ketua senat Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada era 1960. Herman Lantang juga salah satu pendiri Mapala UI dan pernah menjabat sebagai ketua pada 1972–1974.

Herman Lantang adalah sahabat dari Soe Hoek Gie yang pernah menjadi inspirator gerakan demo long march mahasiswa UI pada masa setelah kemerdekaan.

Herman Lantang. (Foto: Istimewa)

Sampai sebelum film biografi "GIE" muncul di layar perak, tak banyak orang yang mengetahui kehadiran tokoh satu ini, kecuali lagi-lagi komunitas pencinta alam yang sangat mengagungkan sikapnya yang tetap rendah hati.

Herman Lantang dilahirkan di sudut kota kecil Tomohon, sebuah wilayah administrasi di Provinsi Sulawesi Utara, pada 77 tahun silam. Dalam buku baptisnya ia diberi nama: Herman Onesimus Lantang.

Baca juga: Peristiwa 16 Desember: Akhir Petualangan Soe Hok Gie di Puncak Mahameru 

Kegemarannya terhadap alam mulai timbul ketika ayahnya yang saat itu berprofesi sebagai tentara sering mengajaknya keluar-masuk hutan di kawasan Tomohon untuk berburu. Dari situ, lambat laun kecintaannya terhadap hutan yang sarat aroma sarasah dan petualangan timbul.

Setelah tamat dari Europrrshe Lagere School SR GMIM4 (setara SD), Herman kecil melanjutkan ke SMPK Tomohon. Herman mulai hijrah ke ibu kota bersama orangtuanya yang saat itu dipindahtugaskan ke daerah baru. Kemudian di Jakarta inilah ia melanjutkan kembali pendidikan formalnya, ketika diterima di SMA 1 (Budi Utomo) pada 1957.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement