Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ternyata Ini 6 Alasan Kenapa Pramugari Harus Pakai Seragam Ketat

Fatha Annisa , Jurnalis-Jum'at, 19 Maret 2021 |05:04 WIB
Ternyata Ini 6 Alasan Kenapa Pramugari Harus Pakai Seragam Ketat
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

Ada pengait bra

Seragam mantan maskapai Evrin memiliki model kerah yang agak lebar. Saat pramugari mengenakan bra, talinya tentu akan terlihat. Namun jika mengunakan dalaman tanpa tali, rasanya kurang nyaman. Untungnya, pihak maskapai membuat pengait di bagian dalam baju, tepatnya pada kerah. Tali bra yang digunakan pramugari bisa diselipkan di sana dan keberadaannya akan tersembunyi. Penampilan pun menjadi lebih rapi.

“Agak sabrina, agak lebar bagian dada sininya, kebukanya. Cewek-cewek pasti tau kalau bra paling nyaman nyangkutnya ke atas sini (pundak). Nah, aku sukanya dari seragam ini adalah, kalian bisa banget pakai bra yang ada talinya gitu karena di sini (bagian dalam kerah) ada kancingnya gitu. Jadi tali bra kalian, kalian jepit di sini, terus dimasukin,” katanya.

Satu seragam dibuat khusus untuk satu pramugari

Seragam milik pramugari tidak memiliki ukuran seperti baju pada umumnya, seperti XL, L, M, dan S. Seragam tersebut dijahit berdasarkan ukuran tubuh masing-masing pramugari, karena seragam yang pramugari kenakan harus sangat pas dengan tubuh mereka dan dapat memperlihatkan bentuk tubuh pramugari itu sendiri.

Evrin menceritakan, di tahun awal bekerja, Evrin masih belum terbiasa dengan seragam yang ia harus gunakan. Karena terlalu ketat, mantan pramugari itu jadi merasa tidak nyaman.

Seragam yang dijahit khusus ini juga membuat para pramugari tidak bisa sembarang meminjam seragam milik rekan kerjanya. Meskipun tubuh mereka sekilas terlihat sama, terkadang ada saja bagian-bagian seragam yang tidak pas di badan pramugari lain. Evrin mengatakan, hal ini karena tubuh setiap orang memiliki keunikannya tersendiri.

Belahan rok lumayan tinggi

Bawahan seragam pramugari kebanyakan berupa rok panjang dengan belahan cukup tinggi hingga mencapai paha. Ternyata, belahan itu dibuat bukan untuk estetika semata. Pramugari bertugas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang. Geraknya harus cepat dan cekatan, terutama jika terjadi emergensi. Tanpa belahan pada roknya, ruang gerak pramugari akan menjadi terbatas. Alhasil, mereka tidak bisa berjalan dengan leluasa dan menghambat pekerjaannya.

“Kalau ini belahannya gak tinggi, pasti kita jalannya otomatis lebih susah gitu.Karena gimanapun juga, tujuan utama seragam pramugari selain untuk terlihat cantik atau menarik, tapi fungsinya itu juga untuk bekerja … kalau ada kenapa-kenapa, kita harus lari. Harus cepat. Harus gerak cepat. Gak mungkin kita jalan pelan karena kehalang roknya,” ujar Evrin.

Namun, belahan pada rok itu membuat Evrin merasa seperti mengenakan rok pendek dibanding rok panjang. Terlebih jika ia sedang berjalan menuju pesawat dengan kondisi cuaca berangin. Roknya akan tertiup dan terangkat cukup tinggi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement