Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Balik dari Bali, Sandiaga Uno Sampaikan 6 Poin Penting

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 18 Maret 2021 |21:44 WIB
Balik dari Bali, Sandiaga Uno Sampaikan 6 Poin Penting
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia. Ada 6 poin penting yang disampaikan dalam rapat yang dihelat di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Pertama, Sandi menjelaskan terkait program vaksinasi bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya baru saja kembali dari Bali mendampingi Presiden Joko Widodo untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi masal di Ubud, Gianyar. Bali sebagai destinasi tulang punggung mendapatkan tugas untuk melakukan vaksinasi sebanyak 2-2,5 juta sebelum Juni 2021. Dengan adanya vaksinasi ini diharapkan akan menekan laju penularan Covid-19 dan confidence level Bali meningkat. Sehingga, sesuai dengan arahan Bapak Presiden, pariwisata nusantara sudah bisa kembali lagi ke Bali,” jelas Menparekraf.

“Selain itu, mengutip dari Bapak Presiden, kalau semua angka Covid-19 kondusif, serta semua pihak patuh dan kita mendapatkan resiprosity dari negara-negara sahabat mudah-mudahan sekitar bulan Juni atau Juli 2021, kita bisa mulai membuka perbatasan untuk wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Selain, Provinsi Bali, wilayah Jabodetabek juga akan mendapat prioritas penerima vaksin. “Untuk vaksinasi bagi pelaku pariwisata di wilayah Jakarta sedang kita dorong, dan sudah ada titik terangnya, tapi saya tidak mau obral janji. Selain Bali, Presiden mengatakan bahwa di Jabodetabek juga diprioritaskan untuk pelaku sektor dan pelayan publik,” kata Sandiaga.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dukung Maskapai Swasta Ikut Andil Bangkitkan Pariwisata Nasional

Menparekraf berharap, anggota PHRI di seluruh Indonesia dapat terlibat secara aktif dalam proses vaksinasi, agar pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit.

Kedua, mengenai program stimulus dana hibah pariwisata. Pada 2020, Kemenparekraf sudah menyalurkan dana hibah sebesar Rp2,2 triliun kepada 6,730 hotel dan 7,630 restoran. Pada tahun 2021 ini, Kemenparekraf mengalokasikan anggaran dengan estimasi sebesar Rp2,7 – 3,7 triliun untuk disalurkan kepada usaha pariwisata.

 sandi

“Dengan dana hibah ini, tentu kita ingin membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan memulihkan ekonomi dan kita harus menebar semangat. Karena saya sangat prihatin di destinasi super prioritas termasuk destinasi tulang punggung seperti Bali, sudah satu tahun menghadapi pandemi. Jadi kita harus membangkitkan kembali semangat mereka,” kata Sandi.

Ketiga, mengenai pelaksanaan event. Sebelumnya, Kemenparekraf sudah berkoordinasi dengan Polri bahwa pada prinsipnya event bisa dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta bersinergi dengan aparat setempat termasuk Satgas Covid-19, Polres, dan Pemda.

“Jumlahnya dijaga, kalau zona hijau kita bisa completely offline, kalau zona kuning atau oranye kita bisa hybrid, dan kalau zona tidak memungkinkan bisa full online. Jadi ini sudah kita dapat komitmen dari Bapak Kapolri,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement