Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Candi Pawon, Bekas Tempat Pembakaran Mayat Raja

Elvina Maharani Putri , Jurnalis-Selasa, 16 Maret 2021 |20:04 WIB
Wisata Candi Pawon, Bekas Tempat Pembakaran Mayat Raja
Area wisata Candi Pawon. (Foto: Instagram suntitriw_)
A
A
A

Karena dibangun saat masa klasik, maka prinsip arsitektur Wisata Candi Pawon merupakan gabungan model bangunan Hindu Jawa Kuno dan India. Batur Candi Pawon kebanyakan terpahat motif sulur-suluran, manusia, dan bunga.

Pahatan ini dimulai dari bagian luar pipi tangga untuk menuju selasar candi. Sepasang hiasan kepala pada puncak tangga memiliki ‘lidah’ yang terjulur berupa pegangan pipi tangga yang terbuat dari bata menuju anak tangga paling bawah. Pipi tangga bagian bawah ini juga berhias pahatan sosok makhluk makara pada sisi kanan saja.

Candi yang berlokasi di Dusun Brojonalan, Kelurahan Wanurejo, Kecamatan Borobudur ini menghadap ke arah barat, dengan panjang tiap sisinya 10 meter, dengan tinggi mencapai 13,3 meter ini terbuat dari batu andesit. Bentuk candi ramping di sini disertai satu bilik dengan ukuran 2,65 meter x 2,64 meter dan tinggi 5,20 meter.

Ketika akan memasuki bilik tersebut, wisatawan dapat melihat sebuah ornamen Kalamakara yaitu bentuk kepala raksasa tradisional Indonesia tanpa rahang bawah tepat di atas pintu candi yang dipercaya mampu mengusir roh jahat. Tepat di kiri bawah kalamakara yang menggabungkan unsur hewan dan manusia juga terdapat ukiran 1904 penanda tahun usainya pemugaran candi.

Selain itu, rupanya Candi Pawon juga sering disebut sebagai Candi Brajanalan yang diambil dari kata 'vajra' berartikan halilintar dan ‘anala’ artinya api. Nama Brajanalan diambil dari Bahasa Sansekerta juga nama dusun tempat Candi Pawon berada.

Candi Pawon cenderung sepi dan tidak banyak dikunjungi oleh wisatawan. Secara bangunan, Candi Pawon dipenuhi relief-relief hanya bersifat dekoratif murni dengan menceritakan kehidupan masyarakat di masa lampau.

"Tidak terlalu ramai di sini, suasananya sejuk sambil menikmati keeksotisan candi, bisa dijadikan tempat persinggahan sebelum lanjut ke Candi Mendut atau Candi Borobudur," dikutip Okezone dari kanal YouTube Momang Channel.

Perlu diketahui, ada mitos yang beredar bahwa seseorang yang mampu sampai di Wisata Candi Pawon melewati Sungai Progo dan Sungai Elo akan memperoleh kesaktian yang luar biasa.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement