SETIAP bulan perempuan akan mengalami proses ovulasi jika tidak dibuahi. Ovulasi adalah proses ketika sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium ke tuba falopi untuk dibuahi.
Ovulasi juga sering disebut sebagai masa subur perempuan. Di mana jika mereka melakukan hubungan pada waktu tersebut, kemungkinan peluang untuk hamil menjadi lebih besar.
Akan tetapi, ada beberapa perempuan yang mengalami gangguan ovulasi sehingga sel telur gagal matang. Akibatnya, mereka pun tidak dapat dibuahi oleh sperma. Hal tersebut terjadi karena sel telur tersebut tidak dilepaskan oleh indung telur (ovarium) dan masuk ke tuba fallopi.
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Shanty Olivia Febrianti Jasirwan, SpOG menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan ovulasi pada perempuan.
Obesitas
Obesitas atau kelebihan berat badan juga menjadi salah satu faktor terbesar mengapa seorang perempuan dapat mengalami gangguan ovulasi. Ini karena penumpukan lemak berlebih di tubuh dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur.

Nyeri haid
Nyeri haid berlebihan yang disertai nyeri saat berhubungan intim, perdarahan vagina abnormal, nyeri rektum, atau adanya darah saat buang air, bisa menandakan adanya masalah tertentu. Salah satunya adalah endometriosis, yaitu kondisi yang memicu sulit hamil karena timbulnya jaringan lapisan pada rahim yang tumbuh di luar rahim.
Tidak teraturnya suhu basal tubuh
Ketika memasuki masa subur, perempuan biasanya memiliki suhu basal tubuh yang teratur. Suhu tubuh ini bisa dilacak dengan alat khusus yang menyatakan bahwa Anda sedang subur atau tidak.
Selain itu, Anda juga bisa menghitung masa subur secara manual jika Anda memiliki menstruasi yang teratur. Saat ovulasi gagal terjadi, maka suhu basal sulit untuk dilacak. Terkadang suhu naik dan turun yang paling jelas terlihat pada 14 hari di tengah masa subur atau masa periode antar menstruasi.