Lebih lanjut, Dokter Kejiwaan Dr dr Kristiana Siste, SpKJ(K) menjelaskan bahwa di dalam obat batuk itu mengandung DMP atau Dextromethorphnan yang bisa bekerja juga untuk meningkatkan dopamine.
"Seperti NAFZA lainnya, DMP yang terkandung di obat batuk dapat menimbulkan kondisi kesenangan untuk terus menggunakannya. Nah, dophamine intu memberi efek yang sama seperti NAFZA. Makanya banyak yang menyalahgunakan," ujarnya.
Padahal, ketika obat batuk dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan, ini akan memberi dampak buruk pada kesehatan tubuh jangka panjang.
Menurut informasi yang MNC Portal Indonesia terima, pada konsumsi DMP dosis 200-400 mg, itu memberi efek euforia dan halusinasi, 300-400 mg efeknya gangguan persepsi visual, hilangnya koordinasi motorik.
Lalu, 500-1.500mg efeknya dissosiatif sedatif, dan pada dosis 1.500-3.000 (terbagi) efek yang akan terjadi adalah dissosiatif, terkecuali dengan efek yang lebih lama.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.