Tak hanya itu, masih mengutip dari data yang sama, 1 dari 5 perempuan yang sedang dan pernah menikah, mengalami kekerasan psikis. “Kemudian 1 dari 4 yang pernah dan sedang menikah, juga mengalami kekerasan berbasis ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Valentina menambahkan, bahwa kekerasan terhadap perempuan justru banyak terjadi di perkotaan.
“Banyak yang bilang kekerasan terjadi karena faktor kemiskinan, tetapi ternyata yang paling tinggi itu justru di perkotaan, dengan data 33,4 persen perempuan pernah mengalami kekerasan sepanjang hidup mereka, baik fisik, seksual, serta fisik dan seksual atau keduanya,” katanya.
Dia mengungkapkan alasan yang membuat angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi. Mulai dari stigma, hingga budaya patriarki.
“Mengapa sih kekerasan masih terjadi atau masih adanya diskriminasi Karena masih ada stigma yang dihadapi perempuan, mereka masih malu untuk menyatakan mereka mengalami kekerasan, terutama jika pelakunya kerabat atau keluarga,” ujarnya.