SEBANYAK 1,1 juta dosis Vaksin AstraZeneca asal Inggris tiba di Indonesia pada Senin 8 Maret 2021. Ini merupakan tahap awal dari jumlah yang ditargetkan yakni sebesar 4,6 juta dosis. Lantas, bagaimana efektivitas Vaksin AstraZeneca yang akan jadi andalan baru Indonesia mengatasi covid-19?
Mengutip keterangan resmi yang diterima MNC Portal dari Weber Shandwick, Selasa (9/3/2021), vaksin covid-19 AstraZeneca ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya Vaccitech. AstraZeneca sendiri adalah perusahaan farmasi global pertama yang bergabung dengan COVAX pada Juni 2030 sejalan dengan komitmen bersama perusahaan terhadap akses global yang merata terhadap vaksin.
Baca juga: BPOM Terbitkan EUA Vaksin AstraZeneca dengan Kemanjuran 62%
Vaksin AstraZeneca menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2.
Setelah vaksinasi, protein permukaan spike diproduksi yang mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.
Baca juga: Bolehkah Lansia Disuntik Vaksin AstraZeneca?
EUL WHO ini didasarkan pada hasil analisis kemanjuran gabungan dari 11.636 peserta penelitian berusia 18 tahun ke atas, menghasilkan 131 infeksi covid-19 dengan gejala dari Inggris dan Brasil dalam uji klinis fase III yang dilakukan oleh Universitas Oxford.
Keamanan keseluruhan didasarkan pada analisis sementara dari data yang dikumpulkan dari empat uji klinis yang dilakukan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan yang mencakup 23.745 peserta berusia 18 tahun ke atas. Vaksin covid-19 AstraZeneca dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada kejadian keamanan serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin tersebut.
Para peserta berasal dari berbagai kelompok etnis dan geografis yang sehat atau memiliki kondisi medis awal yang stabil.
Baca juga: Vaksin AstraZeneca Tiba, Dokter: Kabar Gembira karena Jadi Punya Pilihan
Selain program yang dipimpin Universitas Oxford, AstraZeneca pun sedang melakukan uji coba besar di Amerika Serikat dan global. Secara total, Universitas Oxford dan AstraZeneca berharap dapat menyertakan hingga 60.000 peserta penelitian secara global.
Vaksin covid-19 AstraZeneca telah diberikan otorisasi pemasaran bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 50 negara dengan WHO EUL sekarang mempercepat jalur akses di hingga 142 negara melalui fasilitas COVAX.

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.