Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Menyerang Manusia, Bupati Kotim Minta Restu Garap Wisata Buaya

Antara , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |01:02 WIB
Sering Menyerang Manusia, Bupati Kotim Minta Restu Garap Wisata Buaya
Buaya (Foto: Instagram/@shyambhagra)
A
A
A

PEMKAB Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, meminta izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait keinginan menggarap potensi wisata satwa, yaitu buaya.

"Bisa wisata satwa atau berupa penangkaran. Kita siapkan surat kepada KLHK karena kewenangannya ada di sana. Kita ingin minta arahan, apakah pemerintah daerah bisa secara mandiri mengelola itu, atau perlu pihak ketiga," ucap Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor.

Menurutnya, wacana wisata buaya ini menyikapi makin seringnya buaya muncul, bahkan menyerang dan melukai manusia. Selain sebagai upaya penanganan agar serangan buaya terhadap manusia tidak terjadi lagi, Bupati ingin ini sekaligus digarap menjadi destinasi wisata satwa.

Baca juga: 5 Temuan Mengagumkan di Antartika, Tengkorak Lonjong hingga Meteorit dari Planet Mars

Buaya lanjutnya, muncul dan menyerang manusia atau ternak karena kelaparan. Ini bisa ditangani, sekaligus digarap menjadi destinasi wisata yakni memberi makan buaya yang diarahkan pada titik tertentu.

Harapannya, buaya mendapat makanan yang cukup sehingga tidak lagi menyerang manusia, sekaligus langkah ini juga bisa menjadi destinasi wisata bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana memberi makan satwa ganas tersebut.

Ada tiga lokasi alternatif yang dinilai bisa dijadikan tempat untuk destinasi wisata satwa tersebut, yakni Pulau Lepeh, muara Sungai Lempuyang dan Danau Burung. Pemerintah daerah segera mengirim tim turun ke lapangan untuk mengkaji ini.

Baca juga: Viral Hiu versus Buaya Raksasa bak Legenda Surabaya di Australia

Jika tidak memungkinkan di area bebas atau di sungai, kata dia, bisa berupa penangkaran buaya. Pemerintah nantinya akan mempersiapkan anggaran untuk operasionalnya, termasuk dana awal untuk membeli bangkai ayam yang akan menjadi makanan buaya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement