Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pfizer Uji Coba Pemberian Vaksin untuk Ibu Hamil

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 19 Februari 2021 |15:51 WIB
Pfizer Uji Coba Pemberian Vaksin untuk Ibu Hamil
Ibu hamil (Foto: Hindustan Times)
A
A
A

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, sekaligus salah satu produsen vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech diketahui sudah mulai melakukan uji klinis vaksin pada ibu hamil.

Mengutip NBC News, Jumat (19/2/2021) pada Kamis 18 Februari kemarin Pfizer BioNTech mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan uji coba vaksin Covid-19 untuk wanita hamil, yang mana di uji coba pertama ini melibatkan para ibu hamil di Amerika Serikat.

 uji vaksin kepada ibu hamil

Menggelar uji coba pemberian vaksin Covid-19 pada wanita hamil, Pfizer BioNTech disebutkan melibatkan sebanyak 4.000 ibu hamil yang mencakup di Amerika, Argentina, Brasil, Kanada, Chili, Mozambik, Afrika Selatan, Spanyol dan Inggris. Para ibu hamil yang didaftarkan menjadi peserta uji coba ini, sudah berusia di atas 18 tahun dengan usia kehamilan 24 hingga 34 pekan. Pfizer-BioNTech menyebutkan, penyuntikan pertama akan dilakukan di Amerika.

Dr. William Gruber, Senior Vice President of Vaccine Clinical Research di Pfizer mengatakan, ia sendiri bangga bisa memulai uji coba vaksin untuk studi terhadap para wanita hamil ini, dengan tujuan agar bisa mengumpulkan data-data dan bukti keamanan serta efikasi vaksin.

“Kami merasa bangga memulai memulai penelitian ini pada wanita hamil dan terus mengumpulkan bukti tentang keselamatan dan kemanjurannya, untuk berpotensi mendukung penggunaan vaksin oleh subpopulasi penting," kata Dr. William.

Dalam uji coba vaksinasi ini, sebagian ibu hamil akan disuntikkan vaksin Pfizer sungguhan, sementara sebagian lainnya akan menerima plasebo. Sebagai partisipan, para ibu hamil tersebut tidak mengetahui, vaksin yang mana yang mereka terima sampai usai melahirkan nanti. Di saat itulah, wanita hamil yang menerima plasebo akan ditawari vaksin sungguhan.

Para peneliti kemudian akan memonitor setiap efek samping yang terjadi, termasuk keguguran.

Studi dari Pfizer ini juga akan memantau bayi baru lahir selama enam bulan ke depan, setelah dilahirkan untuk melihat apakah antibodi dari sang ibu berpindah ke bayinya. Contoh konsepnya seperti bayi yang lahir ibu yang mendapat vaksinasi flu memiliki tingkat perlindungan dari influenza setidaknya selama enam bulan, hingga merekapun dapat menerima vaksin Covid-19 tersebut.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement