Kementerian Kesehatan menyadari bahwa angka positivity rate Covid-19 masih sangat tinggi, 20 persen, jauh di atas standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 5 persen. Salah satu penyebab masih tingginya angka positivity rate adalah libur panjang.
"Khusus di hari libur, jumlah yang dites turun, akibatnya kasus terkonfirmasi turun, dan itu yang membuat positivity rate naik," papar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konfrensi pers, Rabu (17/2/2021).

Dari data tersebut, Kemenkes mencoba mencari jalan keluar agar angka positivity rate dapat diturunkan sampai ke angka di bawah 5 persen. Ada beberapa hipotesis yang dipegang Kemenkes untuk mencari solusi dari masalah ini.
Pertama, Kemenkes akan memperbanyak testing di masyarakat. "Karena itu kami menggunakan tes rapid antigen sebagai alat diagnostik agar hasil yang diterima bisa lebih cepat dan dengan begitu, pelacakan kasus dapat diketahui dengan segera," kata Menkes Budi.