BERAGAM tes covid-19 berupa rapid test antigen, swab polymerase chain reaction (PCR), dan sebagainya bisa dilakukan untuk memastikan diri tidak terpapar wabah penyakit. Namun jika tes usap antigen menunjukkan hasil positif meski tidak ada gejala covid-19, dokter menganjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan PCR demi mengonfirmasi hasil yang lebih akurat.
Sementara itu apabila muncul gejala dan hasil tes usap antigen positif, biasanya orang tersebut memang dianggap terinfeksi covid-19.
Baca juga: Ini Alat Kesehatan yang Mesti Ada saat Isolasi Mandiri
"Yang jadi masalah adalah dia bergejala kemudian swab negatif, nah itu yang jadi masalah karena itu yang lolos. Biasanya saya akan menganjurkan pasien kalau misalnya ada gejala walaupun swab antigen negatif, tetap harus dilanjutkan untuk PCR," kata dokter spesialis penyakit dalam Sayuri Suwandi di live akun Instagram @kawalcovid19.id, seperti dikutip dari Antara.

Ia juga menjelaskan mengenai hasil tes usap PCR negatif, tapi selanjutnya ada gejala-gejala yang dirasakan, seperti kehilangan indra perasa dan penciuman. Menurut dr Sayuri, kehilangan penciuman bisa disebabkan beberapa faktor, tapi bila itu terjadi secara mendadak di tengah pandemi, wajar bila covid-19 yang langsung dipikirkan.