Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potret Imlek Tanpa Pesta di China

Antara , Jurnalis-Minggu, 14 Februari 2021 |19:04 WIB
Potret Imlek Tanpa Pesta di China
Dua trem di Qianmen, Beijing, China merana menunggu penumpang (Antara/Irfan)
A
A
A

COVID-19 telah mengubah banyak kebiasaan masyarakat dunia. Tahun Baru Imlek yang biasanya dirayakan besar-besaran di China, kali ini lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya. Tak ada hingar bingar festival atau gegap gempita pesta Imlek penuh kegembiraan dengan kerumunan orang-orang.

Festival Musim Semi di China merupakan satu rangkaian dengan libur Tahun Baru Imlek. Festival yang dalam tradisi masyarakat China dikenal dengan sebutan Chun Jie merupakan perayaan terbesar di negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.

Baca juga:  Ini 6 Cara Kreatif Merayakan Imlek di Rumah Saja

Chun Jie merupakan momentum bagi masyarakat China untuk pulang kampung besar-besaran guna berkumpul bersama keluarga.

Namun kemeriahan suasana Imlek pada tahun ini sama sekali tidak terlihat. Berbagai tempat hiburan, objek wisata, dan ajang berkumpul warga lainnya di sejumlah daerah di China tidak banyak dipadati warga, meskipun durasi liburan sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

 ilustrasi

Lampion Imlek (Okezone)

Sesuai kalender di China, Taiwan, dan Hong Kong, libur Imlek berlangsung pada 11-18 Februari 2021. Kantor-kantor perwakilan pemerintah RI di China, Taiwan, dan Hong Kong tutup pada tanggal tersebut untuk menyesuaikan hari libur yang ditetapkan oleh otoritas setempat.

Di China, relatif tidak banyak warga negara Indonesia karena yang pulang sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun lalu belum pada kembali.

Beberapa WNI yang masih bertahan di Hong Kong dan Makau relatif tidak banyak melakukan aktivitas di luar menyusul imbauan otoritas setempat.

Hanya di Taiwan, WNI yang masih aktif menggelar berbagai kegiatan di tempat publik, seperti Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Taiwan yang mengadakan pendidikan dan latihan dasar di pinggiran Kota Changhua pada 13-14 Februari 2021.

Diklat yang diikuti oleh 150 orang PMI pria dan wanita yang bekerja di sektor formal dan informal tersebut dibuka langsung secara daring oleh Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor yang baru saja menjabat Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas pada Sabtu (13/2).

 

Namun secara umum fenomena Imlek pada tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang penuh dengan ingar-bingar.

Baca juga:  Fakta-Fakta Menarik Angpao Imlek, Usir Roh Jahat hingga Besaran Uang

Jarak sosial, pembatasan kapasitas, penutupan tempat ibadah, pengetatan protokol kesehatan, dan berbagai hambatan lainnya membuat masyarakat di China ogah keluar rumah.

Qianmen, Tian'anmen, dan Kota Terlarang sebagai ikon pariwisata di Beijing yang telah mendunia juga seakan kehilangan pamornya pada momentum perayaan terbesar itu.

Tidak ada antrean orang yang hendak menumpang trem di Qianmen yang berjalan membelah pasar jajanan kuno khas Beijing di kawasan pintu depan Kota Terlarang itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement