Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vaksinasi Covid-19 Kunci Bangkitnya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2021 |22:18 WIB
Vaksinasi Covid-19 Kunci Bangkitnya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

VAKSINASI Covid-19 disebut bisa membantu pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini dikatakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno memaparkan hasil survei dan kajian, bahwa 84,42 persen pelaku usaha mengaku mengalami dampak negatif dari pandemi covid-19, kemudian 9,24 persen mengaku mengalami dampak positif, sedangkan 6,34 mengaku tidak terdampak apa-apa.

Ia menjelaskan, sektor UMKM khususnya pada bidang pariwisata terkena krisis pertama bahkan pada ronde pertama.

"Mereka terkena dampak langsung, dipaksa bertahan di tengah keterbatasan dan harus mampu untuk bangkit," jelas Sandiaga dalam webinar BNI UMKM Inspiring Talk yang dipandu oleh Founder UMKM Tangguh Indonesia, Michael Umbas, Rabu (10/2/2021).

Sandiaga menjelaskan, permintaan terhadap Pariwisata memurun dimana jumlah wisatawan turun drastis sampai lebih dari 70 persen. Karena itu, para pelaku industri pariwisata saat ini butuhnya solusi kongkrit dan tepat sasaran.

"Maka perlu langkah terobosan atau Quick Win di 2021. Yakni dengan akselerasi upaya pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif yang selaras dengan upaya penurunan angka penyebaran Covid-19," jelas Sandiaga.

Ia memaparkan sejumlah langkah yang Gercep (Gerak Cepat) untuk dilakukan. Pertama tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang disiplin sebagai fokus utama.

Kemudian akselerasi sertifikasi CHSE khususnya pada pusat destinasi wisata; Pengaturan pengunjung maksimum dalam satu tempat harus diterapkan untuk mencegah kerumunan; juga menciptakan atraksi dan daya tarik baru Indonesia.

Dalam kondisi ini, Sandiaga pun melalukan aksi langsung, salah satunya dengan berpindah kantor ke Bali sebagai jangtung utama Pariwisata Indonesia. Labgkah ini ia lajukan dengan mengajak para tokoh dan kolega agar melajukan kegiatan-kegiatan di Bali dan juga daerah wisata lainnya.

Pada intinya, kata Sandiaga, perlu ada kolaborasi agar proses vaksinasi ini berjalan dengan sukses dan cepat. Kata kuncinya adalah kolaborasi.

"Kalau bicara vaksin, maka kita akan sukses kalau kita berkolaborasi. Ayok berkolaborasi. Kita jalankan protokol kesehatan secara konsisten," jelasnya.

Baca Juga: Sidang Umum UNWTO 2021 di Maroko Akan Cetak Bersejarah

Michael Umbas selaku Host yang juga founder UMKM Tangguh Indonesia mengaku langkah kolaborasi harus konsisten dijalankan untuk mempercepat proses vaksinasi.”Vaksin ini memang jadi game changer, kita akhirnya punya solusi meski masih berproses, itu yang harus didorong selain protokol kesehatan ketat,” ujarnya.

Sementara itu, Sis Apik Wijayanto selaku Direktur Hubungan Kelembagaan BNI memaparkan peranan BNI terhadap sektor Pariwisata saat pandemi.

 sandi

Dia menjelaskan empat sektor yang dilakulan BNI, yakni pada sektor Pemberdayaan dan Pendampingan, peningkatan kemampuan SDM, Relaksasi dan Restrukturisasi kredit, serta pada sektor Pembiayaan.

Dalam pemberdayaan dan pendampingan, Apik menjelaskan BNI mendukung dalam bentuk sarana penunjang sektor pariwisata dengan pembiayaan CSR dalam pembangunan Homestay.

Adapun dalam bidang peningkatan kemampuan SDM pengelola meliputi softskill dan hardskill. Apik menjelaskan BNI membantu dengan program-program yakni membangun SDM Management pengelolaan Wisata; Pelatihan Packaging Produk; Pelatihan Pemasaran Produk.

Bantuan BNI yang ketiga adalah terkait Relaksasi dan Restrukturisasi kredit. BNI telah memberikan relaksasi berupa restrukturisasi kredit dan menyalurkan Subsidi bunga kepada 34.055 UMKM binaan BNI yang bergerak di bidang sektor pariwisata

Sedangkan pada sektor Pembiayaan, Apik mengatakan BNI telah melakukan penyaluran kredit kepada UMKM yang ada di daerah Wisata di seluruh Indonesia.

"Total pembiayaan BNI pada UMKM di Sektor Pariwisata hingga tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp.5.197 Miliar kepada 25.025 UMKM," ungkapnya.

Pada diskusi itu , Chairman Bali Tourism Board Gus Agung menjelaskan bahwa Bali adalah daerah paling terdampak pandemi Covid-19. Hal ini tak bisa dipungiri karena semua sektor di Bali tergantung pada pariwisata.

"Jadi dari 34 provinsi di Indonesia, Bali adalah yang paling tertekan. Sebab sebelum pandemi, Bali ini paling nyaman dengan pariwisata, maka sekarang paling tertekan. Beras, telor, dan kebutuhan pokok di Bali tergantung pariwisata," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement