Dr. Hamed Rahimi-Nasrabadi menambahkan, dari penelitian ini tim peneliti menyimpulkan ada perasaan baik yang bisa dirasakan seseorang saat memutuskan untuk membaca buku di luar ruangan.
“Anda bisa bilang bahwa kontras visual yang terbukti secara ilmiah meningkat di luar ruangan. Maka dari itu, membaca di bawah cahaya terang bisa merangsang otak visual kita dengan lebih efektif, membuat kita bisa melihat huruf dengan lebih baik, dan membantu penglihatan kita,” tambahnya.
Sebagai bagian dari studi penelitian, tim peneliti mencoba melakukan tes pada kucing dan manusia untuk mengukur bagaimana neuron visual di kucing dan manusia bereaksi terhadap kotak gelap atau terang. Setiap subjek tes menggunakan EEG atau dikenal sebagai elektroensefalografi, yaitu bagian atas tengkorak yang menganalisis gelombang otak.
“Pergeseran kontras gelap dan terang yang berlawanan dengan intensitas cahaya dapat didemonstrasikan di neuron korteks visual, pemandangan alam, dan sepertinya diawetkan dengan baik di berbagai spesies mamalia. Temuan baru ini juga bisa dipakai meningkatkan algoritme pemrosesan gambar yang ada sekarang, dan juga untuk metrik kontras visual,” tutup Dr. Rahimi-Nasrabadi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.