Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Rumah Angker Bekas Tempat Penyiksaan Perempuan hingga Disensor Maps Digital

Fatha Annisa , Jurnalis-Senin, 08 Februari 2021 |20:03 WIB
Kisah Rumah Angker Bekas Tempat Penyiksaan Perempuan hingga Disensor Maps Digital
Rumah angker yang disensor maps digital. (Foto: BBC)
A
A
A

Di hari ulang tahun mereka, alih-alih merayakannya, Ariel punya ritual aneh tersendiri. Penculik itu akan memberikan kue kepada korban untuk menandai hari penculikan mereka. Beberapa kali warga setempat melihat Ariel berjalan dengan gadis muda. Namun ia berkilah bahwa gadis itu adalah cucunya.

Pada 2013, Ariel Castro pergi dan lupa mengunci rumahnya. Meski begitu korban tidak berani untuk mendobrak dan keluar untuk mencari pertolongan. Mereka takut jika Ariel hanya sedang mengetesnya saja dan tidak benar-benar pergi.

Baca Juga: Sederet Mitos Alas Purwo, Kerajaan Jin hingga Tempat Semedi Bung Karno

Tetapi mereka tidak kehabisan akal. Ketiga korban menarik perhatian warga dengan berteriak dan menggedor pintu sekuat tenaga. Warga yang mendengarnya pun langsung menolong dan melaporkan Ariel Castro. Ia kemudian dijatuhi hukuman selama 1000 tahun dan dimasukkan ke sel isolasi.

Atas dasar kemanusiaan serta untuk menghormati kenangan buruk yang dialami korban, pihak Google Maps memutuskan memblur rumah bercat putih dengan dua lantai itu.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement