Lin menambahkan; "Ada alasan mengapa kami menyuruh Anda melakukan sesuatu, tolong jangan mempersulitnya dan lakukan saja," tegasnya.
Hal itu dikarenakan pada dasarnya seorang pramugari mungkin lebih terluka saat pesawat memasuki spot turbulensi dan yang harus dilakukan oleh penumpang hanyalah tetap duduk.
Dalam penerbangan, turbulensi dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya, mulai dari ringan hingga ekstrem. Menurut The Point Guy, 80 persen dari turbulensi itu masih bersifat 'ringan'.
Patrick kembali menjelaskan, ia tidak pernah mengalami turbulensi yang ekstrem selama perjalanan kariernya sebagai pilot. Banyak orang yang terlalu khawatir akan turbulensi, padahal itu tidak perlu. Namun hal itu masih dapat dimengerti.
Baca juga: Pilot Cantik India Terbangkan Pesawat dengan Rute Terpanjang Lintasi Kutub Utara
(Foto: Reuters)
Sekalipun ada beberapa dari penumpang yang mengatakan bahwa mereka seperti merasakan pesawat jatuh dari langit.
Dirinya meyakinkan bahwa pilot pasti akan melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk menghindari atau meminimalkan turbulensi.
"Anda akan cenderung tidak merasakan turbulensi bila menaiki penerbangan dengan pesawat yang besar, namun Anda bisa merasakannya jika berada di bagian belakang pesawat," kata Patrick.
Adapun kursi yang cenderung paling minimal terkena efek goncangan ialah yang dekat dengan sayap pesawat atau di bagian tengah. Kursi itulah yang paling dekat dengan pusat gravitasi dan memungkinkan Anda lebih sedikit merasakan guncangan ketimbang kursi paling belakang.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.