SEORANG pramugari menjelaskan dalam akun TikTok pribadinya apa yang terjadi jika seseorang meninggal di pesawat. Seperti apa selengkapnya?
Pengguna TikTok bernama Sheena Marie itu mengatakan jika tidak ada ruang lagi di dalam pesawat, berarti penumpang yang meninggal tidak bisa dipindahkan hingga pesawat mendarat. Penumpang di sebelahnya mau tidak mau harus duduk dengan jenazah manusia.
Awak kabin juga tidak bisa memberikan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau pertolongan pertama pada penumpang yang mengalami serangan jantung.
“Jika mereka mengalami serangan jantung dan meninggal, tidak ada yang kami lakukan. Kami tidak bisa memberikan CPR. Kami hanya akan menunggu sampai kami sampai ke tujuan akhir kita dan menyimpan mayat itu di tempatnya,” ujar Sheena seperti dikutip dari The Sun, Sabtu (6/2/2021).
Baca Juga: Pria Ini Dilarang Naik Pesawat Selama 10 Tahun karena Kasari Pramugari
Namun jika pesawat yang ditumpangi masih memiliki ruang, terutama di barisan belakang, maka jenazah akan dipindahkan ke sana dan ditutup dengan selimut. Saat pesawat mendarat penumpang lain akan diturunkan dari pesawat sebelum paramedis naik untuk mengeluarkan jenazahnya. Pesawat setelahnya akan dihentikan dari layanan.

Anggota keluarga dari penumpang yang meninggal juga akan dihubungi oleh pihak maskapai.
Unggahan tersebut membuat warganet ngeri. Banyak yang membayangkan jika orang yang duduk di sebelah mereka meninggal. Komentar-komentar pun bermunculan.
“Jika orang di sebelah saya di pesawat meninggal dan kalian meninggalkannya dengan saya, saya benar-benar akan melompat dari keluar jendela,” tulis seorang pengguna TikTok di kolom komentar.
Seorang wanita bernama Sue Jackman sebelumnya membagikan kisahnya saat sang suami meninggal dalam penerbangan jarak jauh Air New Zealand rute Los Angeles-Auckland.
Saat itu mereka berada di kelas bisnis dan suaminya pergi tidur di tempat tidur berbaring. Tetapi suaminya tak kunjung bangun. Beruntung saat itu ada seorang dokter menumpangi pesawat yang sama. Awak kabin lantas memanggil dokter tersebut untuk mengecek kondisi suami Sue.
Penumpang tersebut dinyatakan meninggal empat jam sebelum mendarat. Jenazahnya tidak dipindahkan kemana-mana. Ia tetap terbaring di kursi dan diselimuti. Sedangkan Sue berbaring di sampingnya sambil memeluk sang suami sampai pesawat mendarat.
Baca Juga: Kunjungi Makam Okky Bisma Tercinta, Aldha Refa: Assalamualaikum Sayang Apih
“Dia (dokter) melakukan serangkaian tes untuk mengetahui tanda kehidupan dan menyatakan suami saya meninggal sekitar empat jam sebelum mendarat. Dia (suami saya) tetap di kursi tidurnya dan ditutupi selimut selama sisa perjalanan. Aku berbaring di sampingnya dan memeluknya sampai kami mendarat,” ungkap Sue.
Mayat dalam pesawat memiliki sebutan khusus, yaitu Jim Wilson. Menurut Sara Marsden, Pemimpin Redaksi US Funerals Online, American Airlines bahkan memiliki meja bantuan khusus untuk rumah duka yang disebut Amercina Airlines Jim Wilson Service.
Sebutan tersebut memungkinkan layanan transportasi atau pengurus untuk menginformasikan adanya jenazah dalam pesawat tanpa ada yang tau. Menurut Manual Stabilisasi dan Transportasi Alcor 1997, Jim Wilson merupakan peti yang digunakan sebagai tempat pengiriman mayat yang sudah dikemas dengan es untuk mengawetkannya.
Di maskapai lain, jenazah dalam pesawat hanya disebut HR, singkatan dari Human Remains atau jenazah manusia.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.