Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menparekraf Sandiaga Uno Paparkan Strategi Pemulihan Pariwisata Indonesia di Forum ASEAN

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Jum'at, 05 Februari 2021 |10:03 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno Paparkan Strategi Pemulihan Pariwisata Indonesia di Forum ASEAN
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat memaparkan strategi pemulihan pariwisata Indonesia di Forum ASEAN via daring (Foto: Biro Humas Kemenparekraf)
A
A
A

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan berbagai strategi yang dilakukan untuk memulihkan sektor pariwisata Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19 dalam forum Menteri Pariwisata dan Sekretaris Jenderal se-ASEAN.

Dalam The 24th Meeting of Asean Tourism Ministers yang digelar secara daring, Kamis, 4 Februari 2021, Sandiaga mengatakan, pihaknya meluncurkan program Indonesia Care sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air.

"Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk mengimplementasikan protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia,” kata Sandiaga dalam siaran pers yang diterima MNC Portal.

Selain pelaksanaan program 'Indonesia Care', lanjut Sandiaga, pihaknya juga mengucurkan dana hibah pariwisata bagi para pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Baca juga: Pantai Glagah Kulonprogo Diproyeksikan Jadi Wisata Bertaraf Internasional

“Program ini kami desain untuk membantu pengelola hotel, restoran, dan destinasi wisata agar dapat tetap bertahan di masa krisis ini,” tuturnya.

Sandiaga Uno

(Foto: MNC Portal)

Selain itu, lanjut Sandiaga, pihaknya juga telah berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti organisasi wisata dan Komite Pariwisata ASEAN (ATCM) untuk mempersiapkan industri pariwisata negara-negara Asia Tenggara.

Hal itu bertujuan agar menghasilkan produk wisata yang berkualitas, meningkatkan standar pelayanan, serta meningkatkan sumber daya manusia dari para pelakunya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya mempersiapkan diri ketika memasuki masa adaptasi kebiasaan baru dan meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk berwisata ke Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya.

Baca juga: Viral Desa 'Mati' di Majalengka, Ditinggal Warganya karena Sering Kena Bencana

“Kita tak perlu meragukan bahwa pariwisata adalah salah satu kunci utama pertumbuhan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Sejarah juga telah membuktikan bahwa pariwisata adalah sektor yang mampu bertahan di masa krisis. Oleh karena itu mari kita bekerja sama untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata demi kesejahteraan masyarakat kita,” paparnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement