Di tengah pandemi Covid-19, banyak anak ingin sekolah kembali tatap muka karena bosan di rumah saja. Makanya, perlukah guru divaksin dulu sebelum sekolah kembali tatap muka?
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, Dr Rochelle Walensky mengatakan, guru tak perlu divaksin Covid-19 untuk bisa memulai sekolah tatap muka.
Menurut Walensky, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa sekolah dapat kembali digelar tatap muka meski guru tak divaksin Covid-19 terlebih dulu.

"Vaksinasi guru bukan prasyarat untuk memulai kembali sekolah tatap muka dengan aman," katanya saat briefing Covid-19 di Gedung Putih, Rabu (8/2/2021) waktu AS.
Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden ingin sekali sekolah kembali digelar tatap muka. Hal tersebut dibenarkan Jeffrey Zients, koordinator tanggapan Covid-19 AS.
Sementara itu, Indonesia malah memasukkan guru sebagai kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. Keputusan itu tentunya berkaitan dengan harapan agar sekolah bisa kembali tatap muka dengan aman.
Pada 13 Januari 2021, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, menerima vaksin Covid-19 pertamanya. Ia dipilih sebagai orang pertama dari kelompok guru untuk memberi contoh pada guru lainnya.
Usai divaksin, Unifah tak mengeluhkan efek samping serius. Karena itu, dia kemudian mengajak seluruh guru untuk divaksin.
"Enggak ada masalah (untuk divaksin). Saya berharap guru bersedia untuk divaksin," katanya kala itu.
Ia pun berharap, dengan vaksinasi ini kehidupan bisa kembali normal dan tentunya murid serta guru bisa kembali bertatap muka dengan aman tanpa rasa takut terinfeksi Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.