Secara mengejutkan laporan studi vaksin AstraZeneca, Oxford mengklaim mampu menurunkan potensi penularan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.
Hasil studi mereka mencatat bahwa sukarelawan berusia 18-55 tahun yang mendapat suntikan vaksin dua dosis dengan jarak waktu 12 minggu menurunkan risiko penularan virus ke orang lain sebesar 67 persen.

"Terjadi penurunan transmisi virus pada mereka yang divaksin sebanyak 67 persen. Ini adalah fakta ilmiah yang sangat 'melegakan'. Artinya, vaksin Covid-19 AstraZeneca mempunyai dampak besar pada upaya pencegahan penyebaran virus antarorang," tulis laporan tersebut, dikutip dari HuffPost.
Data tersebut tentu dianggap angin segar bagi ilmu pengetahuan yang sekarang terus berusaha menyelesaikan pandemi Covid-19 ini. Terlebih, fakta tersebut secara dramatis dianggap efektif juga pada dosis pertama.
Ketua Fakultas Kedokteran Farmasi dr Gillies O'Bryan-Tear menyatakan, data tersebut adalah perkiraan definitif pertama dari dampak vaksinasi pada tingkat penularan.
"Jika efek penularan juga dapat ditekan oleh vaksin, ini akan sangat positif untuk bisa menyelesaikan masalah pandemi," katanya.