Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vaksin AstraZeneca Diklaim Mampu Cegah Penularan Virus Covid-19

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 03 Februari 2021 |10:23 WIB
Vaksin AstraZeneca Diklaim Mampu Cegah Penularan Virus Covid-19
Vaksin Covid-19 (Foto: Biospace)
A
A
A

Secara mengejutkan laporan studi vaksin AstraZeneca, Oxford mengklaim mampu menurunkan potensi penularan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19.

Hasil studi mereka mencatat bahwa sukarelawan berusia 18-55 tahun yang mendapat suntikan vaksin dua dosis dengan jarak waktu 12 minggu menurunkan risiko penularan virus ke orang lain sebesar 67 persen.

 Vaksin Covid-19

"Terjadi penurunan transmisi virus pada mereka yang divaksin sebanyak 67 persen. Ini adalah fakta ilmiah yang sangat 'melegakan'. Artinya, vaksin Covid-19 AstraZeneca mempunyai dampak besar pada upaya pencegahan penyebaran virus antarorang," tulis laporan tersebut, dikutip dari HuffPost.

Data tersebut tentu dianggap angin segar bagi ilmu pengetahuan yang sekarang terus berusaha menyelesaikan pandemi Covid-19 ini. Terlebih, fakta tersebut secara dramatis dianggap efektif juga pada dosis pertama.

Ketua Fakultas Kedokteran Farmasi dr Gillies O'Bryan-Tear menyatakan, data tersebut adalah perkiraan definitif pertama dari dampak vaksinasi pada tingkat penularan.

"Jika efek penularan juga dapat ditekan oleh vaksin, ini akan sangat positif untuk bisa menyelesaikan masalah pandemi," katanya.

"Jika vaksin ini mengurangi penularan sejauh yang dilaporkan, itu berarti upaya pelonggaran pembatasan sosial bisa dilakukan, ini lebih baik daripada harus menunggu herd immunity terbentuk, yang bisa saja tak berhasil karena cakupan vaksinasi yang tak cukup."

Ia melanjutkan, jika vaksin sebelumnya diklaim hanya mampu mencegah seseorang mengalami kondisi parah saat terinfeksi Covid-19, tetapi mereka tetap bisa tertular atau menularkan virus, maka setiap orang harus disuntik vaksin untuk melindungi.

Tapi, kalau klaim vaksin AstraZeneca ini terbukti positif, maka setiap orang yang divaksin akan melindungi orang lain.

Tetapi, Dr O'Bryan-Tear memperingatkan bahwa sampai saat ini hanya ada sedikit data yang menunjukkan bagaimana para peneliti menghitung 67 persen pengurangan penularan pada sukarelawan yang divaksinasi, dibanding dengan peserta yang tak divaksin.

"Beberapa data diberikan tentang bagaimana angka tersebut dihitung, misalnya, berapa banyak sampel yang diwakili. Karena itu, ada baiknya menunggu data lebih lengkap dan publikasi yang akan muncul di Lancet," ungkapnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement