Alasan lain mengapa pengguna sabu menjadi sangat rentan terinfeksi Covid-19 ialah kandungan yang ada di dalam obat terlarang itu mampu mengurangi produksi antibodi yang sangat dibutuhkan di saat pandemi seperti sekarang.
"Sabu juga dapat mengubah komunikasi antara sel imun bawaan dan adaptif yang dimediasi oleh sitokin, ini pada akhirnya dapat menunda respons terhadap patogen. Artinya, tubuh akan semakin sulit mengenali penyakit dan berakibat gejala yang dialami semakin panjang," tulis laporan tersebut.

Terlebih, ketika tubuh terpapar sabu, kemungkinan besar paru-paru akan cedera karena produksi radikal bebas yang berlebihan. Hipertensi pulmonal, edema paru, dan pneumonia eosinofilik adalah jenis cedera paru paling umum.
Studi ini dikerjakan oleh Md Kamal Hossain, Majid Hassanzadeganroudsari, dan Vasso Apostolopoulos.
(Helmi Ade Saputra)