Sebuah laporan dari penyedia data penerbangan Variflight memperkirakan pengurangan 6 juta perjalanan selama Tahun Baru Imlek sebagai hasil dari persyaratan tes Covid-19 dan aturan karantina mandiri, dengan sekitar 50% wisatawan cenderung membatalkan. Harga tiket yang biasanya melambung selama Tahun Baru Imlek, telah jatuh.
Per 25 Januari, tiket penerbangan yang dijual di Qunar.com, platform perjalanan online yang berbasis di Beijing, rata-rata dijual 651,36 yuan atau setara dengan Rp1,4 juta. Harga tersebut menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Kapasitas maskapai domestik di China telah pulih ke level 2019 pada akhir tahun lalu ketika hampir tidak ada kasus, meskipun harga tiket tetap rendah. Luya You, analis transportasi di BOCOM Internasional mengatakan pemulihan penuh pendapatan maskapai China ke level sebelum krisis akan ditunda hingga kuartal kedua atau ketiga tahun ini.
Baca Juga: Antusias, 1.700 Masyakarat Ikut Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta
ForwardKeys mengatakan para pelancong telah memesan tiket lebih lambat dari biasanya dengan 61% orang China melakukannya empat hari sebelum keberangkatan pada Maret hingga Desember 2020, naik dari 52% pada 2019.
“Ini adalah satu statistik yang memberikan beberapa harapan untuk perjalanan Tahun Baru Imlek tahun ini. Karena pemesanan dalam menit-menit terakhir adalah kemungkinan yang pasti jika wabah baru-baru ini dapat segera dikendalikan,” kara juru bicara ForwardKeys Davis Tarsh dikutip Okezone dari Reuters.
Namun, Nie, sang desainer, mengatakan dia terlalu khawatir tentang kemungkinan peningkatan pembatasan untuk memesan tiket pulang pada menit-menit terakhir.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.