Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahun Baru Imlek, Tiket Penerbangan Malah Turun 73%

Fatha Annisa , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |06:31 WIB
Tahun Baru Imlek, Tiket Penerbangan Malah Turun 73%
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PEMERINTAH telah melarang perjalanan di waktu yang biasanya merupakan waktu tersibuk dalam setahun demi membatasi penyebaran Covid-19. Masyarakat yang tetap memaksa pergi harus menunjukkan tes asam nukleat dengan hasil negatif yang diambil dalam tujuh hari sebelumnya.

Larangan tersebut berimbas pada maskapai penerbangan. Menurut ForwardKeys, setidaknya terjadi penurunan sebesar 73,7% pemesanan tiket penerbangan pada 19 Januari untuk perjalanan Tahun Baru Imlek dibanding dengan periode liburan di 2019. Dengan situasi yang terus memburuk, pembatasan pun diberlakukan lebih ketat. Sejak 1 Januari, pemesanan telah turun 57,3% dari total pemesanan di 2019.

Baca Juga: Indonesia Hanya Dikunjungi 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama 2020, Anjlok 75%

Iphie Nie, seorang desainer berusia 30 tahun di Beijing yang biasanya pergi untuk mengunjungi keluarganya di Shenzhen selama Tahun Baru Imlek, memutuskan untuk tidak memesan penerbangan pada liburan di pertengahan Februari mendatang.

“Meskipun saya berada di daerah berisiko rendah, orang-orang di kampung halaman saya akan sedikit gugup ketika mendengar bahwa saya baru saja kembali dari Beijing. Itu terlalu merepotkan,” kata Nie dilansir dari Reuters.

 imlek

Beijing telah melaporkan kasus Covid-19 baru selama 11 hari berturut-turut dan jumlah kasus nasional yang meskipun kecil menurut standar sebagian besar negara Barat, jumlah tersebut berada di level tertinggi dalam 10 bulan.

Menurut media pemerintah, karyawan yang bekerja untuk perusahaan milik negara atau badan pemerintahan telah diberitahu untuk tidak bepergian tanpa persetujuan manajemen. Kini beberapa orang yang sudah membeli tiket pesawat tengah mempertimbangkan untuk membatalkan.

“Saya sudah memesan tiket, tapi saya masih belum mengambil keputusan,” kata Kathy Qi, seorang pekerja kantoran berusia 29 tahun di Beijing dari Henan.

Sebuah laporan dari penyedia data penerbangan Variflight memperkirakan pengurangan 6 juta perjalanan selama Tahun Baru Imlek sebagai hasil dari persyaratan tes Covid-19 dan aturan karantina mandiri, dengan sekitar 50% wisatawan cenderung membatalkan. Harga tiket yang biasanya melambung selama Tahun Baru Imlek, telah jatuh.

Per 25 Januari, tiket penerbangan yang dijual di Qunar.com, platform perjalanan online yang berbasis di Beijing, rata-rata dijual 651,36 yuan atau setara dengan Rp1,4 juta. Harga tersebut menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Kapasitas maskapai domestik di China telah pulih ke level 2019 pada akhir tahun lalu ketika hampir tidak ada kasus, meskipun harga tiket tetap rendah. Luya You, analis transportasi di BOCOM Internasional mengatakan pemulihan penuh pendapatan maskapai China ke level sebelum krisis akan ditunda hingga kuartal kedua atau ketiga tahun ini.

Baca Juga: Antusias, 1.700 Masyakarat Ikut Uji Coba KRL Solo-Yogyakarta

ForwardKeys mengatakan para pelancong telah memesan tiket lebih lambat dari biasanya dengan 61% orang China melakukannya empat hari sebelum keberangkatan pada Maret hingga Desember 2020, naik dari 52% pada 2019.

“Ini adalah satu statistik yang memberikan beberapa harapan untuk perjalanan Tahun Baru Imlek tahun ini. Karena pemesanan dalam menit-menit terakhir adalah kemungkinan yang pasti jika wabah baru-baru ini dapat segera dikendalikan,” kara juru bicara ForwardKeys Davis Tarsh dikutip Okezone dari Reuters.

Namun, Nie, sang desainer, mengatakan dia terlalu khawatir tentang kemungkinan peningkatan pembatasan untuk memesan tiket pulang pada menit-menit terakhir.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement