MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak generasi milenial menjadi pionir dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yang lebih berkualitas.
Sandiaga mengatakan, generasi muda harus menjadi pihak yang pertama untuk dapat menjalankan dan menyebarluaskan gerakan berwisata yang tidak hanya menikmati keindahan alam, tapi sekaligus melestarikannya.
"Anak-anak milenial harus mendorong perubahan ini, bahwa kita harus lebih peduli terhadap lingkungan. Kita harus dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang mengadopsi agenda-agenda keberlanjutan lingkungan," kata dia dalam siaran pers yang diterima, Selasa (26/1/2021).
Masa depan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia, kata dia, adalah milik para generasi milenial. Untuk itu ia meminta agar kesadaran ini benar-benar dapat dipahami generasi muda.
Baca juga: Bali Perpanjang PPKM hingga 8 Februari, Ini Aturan yang Berubah
"Circular economy harus sudah dapat dipahami dan diterapkan. Jadi bagi teman-teman milenial, mulai dari sendiri dan gunakan sosial media untuk menyebarkan cara berpikir seperti ini," tuturnya.
Isu sampah dan keberlanjutan lingkungan memang menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi pariwisata Indonesia.
Berdasarkan data Travel & Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) pada 2019, dari 14 pilar yang menjadi penilaian daya saing pariwisata Indonesia, ada tiga pilar yang posisinya di atas 100 dari 141 negara dan harus jadi perhatian, yakni environmental sustainability, tourist service infrastructure, serta health and hygiene.
Baca juga: Tempat Wisata di Garut Kembali Dibuka Meski PPKM Diperpanjang
Kemenparekraf/Baparekraf sendiri, kata Sandiaga, akan menggunakan konsep public partner partnership antara pemerintah dengan dunia usaha untuk membantu mengurangi sampah dan menangani isu-isu keberlanjutan.
"Bagaimana kita berkolaborasi dalam konsep kemitraan dengan perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan produk plastik misalnya. Dan milenial bisa dilibatkan dalam program tersebut," papar dia.