Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marak Pemalsuan Surat Hasil Tes Covid-19, Begini Cara Kerja Pelaku!

Violleta Azalea Rayputri , Jurnalis-Senin, 25 Januari 2021 |14:02 WIB
Marak Pemalsuan Surat Hasil Tes Covid-19, Begini Cara Kerja Pelaku!
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SURAT hasil tes negatif Covid-19 belakangan jadi tren persyaratan bepergian di tengah pandemi virus corona. Namun ada saja orang nakal yang memanfaatkannya sebagai lahan bisnis baru.

Bisnis memalsukan surat tes Covid-19 bertujuan mengubah redaksional surat dari yang awalnya positif menjadi negatif. Tren ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu. Lantas di mana praktik ini marak terjadi? Di pasar gelap tentunya.

Kebijakan kegiatan perjalanan (traveling) saat pandemi Covid-19 memunculkan budaya curang bagi banyak orang yang memaksakan diri bepergian.

Baca juga: Bule Rusia Viral Buang Motor ke Laut Dideportasi, Niluh Djelantik: Bye Sergey!

Singkatnya, jika Anda punya uang, akan muncul 'karakter' jahat yang menggunakan aplikasi Photoshop dan Microsoft Paint untuk membantu memalsukan dokumen tersebut. Para pemalsu surat tes Covid-19 yang enggan diungkap identitasnya itu menjelaskan bagaimana sebenarnya cara kerja mereka.

“Saya menggunakan Photoshop dan mengubah tanggal,” sebut seorang pria yang mengaku telah melakoni pekerjaan itu untuk beberapa temannya, sebagaimana dikutip dari laman Travel Pulse.

“Fakta menarik, dokumen (hasil tes) berbahasa Prancis ketika mereka berada di Swedia pada hari pembuatannya, tapi mereka (petugas) tidak melihat ada masalah di dalamnya (surat tes Covid-19),” sambungnya.

Meski begitu, masih ada dari pelaku lain yang melakukannya dengan cara 'kurang canggih' yakni mengubah tanggal tes lama dengan menggunakan aplikasi Microsoft Paint pada surat tes Covid-19 mereka demi bisa pergi berlibur.

Peredaran surat tes Covid-19 palsu tersebut sejatinya sulit dihindari. Pemandu perjalanan terkemuka, Frommer's, menyatakan bahwa salah satu masalah pada surat hasil tes Covid-19 ialah bahasanya yang tidak universal, di mana tersedia dalam berbagai bahasa dari mancanegara.

Frommer's menyebut, kebutuhan untuk membakukan hasil tes Covid-19 semakin mendesak pada 26 Januari 2021, ketika Amerika Serikat mulai mewajibkan hasil negatif Covid-19 bagi semua pelancong yang datang dari luar negeri, maupun warga AS yang pulang dari berlibur.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement