Pada lansia, faktor-faktor risiko ini semakin menjadi-jadi dan menimbulkan ancaman yang bahkan lebih besar. Selain itu, pada lansia penyakit pneumonia terbilang rawan karena infeksi cenderung jatuh pada ujung spektrum yang parah.
Meski faktor risiko dari penyakit ini terlalu luas, ada kekhasan yang bisa dilihat di lansia, yaitu mudahnya lansia mengalami flu.
Baca juga: Ini Tanda-Tanda Pneumonia yang Mungkin Tidak Disadari
Tidak hanya itu, lansia dengan penyakit ini juga biasanya mengalami masalah batuk atau immunocompromised. Batuk yang terus-menerus adalah penyebab kekhawatiran karena itu merupakan tanda potensial penyakit yang mendahului pneumonia.

Selain batuk dan flu, penyakit ini juga bisa ditandai dari kebingungan dan kelemahan yang dirasakan lansia. Kebingungan umumnya spesifik untuk manula dengan pneumonia daripada pasien yang lebih muda, sehingga dokter dapat menilai gejala ini secara khusus.
Baca juga: Penyakit Penyerta dalam Kasus Kematian Covid-19, Pneumonia Terbanyak
Fakta bahwa paru-paru tidak menyerap oksigen, berarti tubuh secara keseluruhan, termasuk jantung, otot, dan otak, mungkin tidak berfungsi pada kapasitas penuh mereka. Kekurangan oksigen ini bahkan dapat menyebabkan bibir dan ujung jari atau jari kaki membiru dan gejala-gejala yang mengkhawatirkan ini adalah tanda infeksi serius.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.