Lebih lanjut dr Fajri juga menjelaskan bahwa subjek penelitian turut memengaruhi perbedaan efikasi vaksin dari setiap negara. Selain itu, masih banyak faktor lain yang membuat hasil efikasi menjadi berbeda-beda.
"Faktor subjeknya, jadi komposisinya kita enggak tahu. Sebab di Brasil kan tenaga kesehatan juga dimasukkan, relawan, kemudian juga lansia. Kan kita tahu dari live report saja, belum tahu laporan resminya seperti apa dari jurnal," tuntasnya.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Dimulai, BPJS Kesehatan Klaim 13 Ribu Faskes Sudah Siap

(Hantoro)