Sudah lebih dari 10 bulan Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Namun hingga saat ini penyebaran virus corona masih juga belum dapat ditekan. Angka kasus positif bahkan terus meningkat signifikan hingga menyentuh 10.617 kasus per hari pada Jumat 8 Januari 2021.
Di sisi lain, Indonesia tengah menghadapi sebuah permasalahan pelik terkait kesehatan para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (MKK FKUI), sebanyak 83% tenaga kesehatan mengalami 'burnout'. Burnout sendiri merupakan suatu kondisi di saat seseorang mengalami kelelahan mental dan fisik karena adanya stres berkepanjangan dari tempat mereka bekerja atau dari lingkungan lain.
"Penelitian ini kami lakukan secara daring sejak Agustus hingga Desember 2020. Metodenya dengan mengumpulkan sebanyak 1.461 responden dari kalangan tenaga kesehatan. Sebanyak 83% dari mereka mengaku dalam keadaan burnout tingkat sedang, belum jatuh dalam keadaan burnout berat," kata Ketua Tim Peneliti dari Program Studi MKK FKUI Dr. dr. Dewi S. Soemarko, MS, SpOK, dalam webinar bersama BNPB, Senin (11/1/2021).
Dokter Dewi menambahkan, sebagian besar nakes yang mengalami burnout berasal dari kalangan dokter umum yang pernah menangani pasien Covid-19 dengan jumlah mencapai 580 orang.
Selain itu, penelitian lain yang dilakukan sebuah rumah sakit menyebutkan, para nakes yang bekerja di zona merah dan zona kuning seperti ruang ICU, juga mengalami gangguan kecemasan tingkat sedang.
"Dari penelitian ini kita juga bisa lihat risiko untuk gangguan kecemasan itu menjadi lebih besar pada nakes yang pernah menjalani karantina," terang Dokter Dewi.
Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Dr. Ir. Dwi Listyawardani, M.Sc., Dip.Com, mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, meski wacana vaksinasi telah santer terdengar.