"Sedangkan untuk bagian luar, organ akan memiliki tampilan yang terinspirasi dari sirip ikan terbang, dan saya akan menanamkan sirip di setiap sisi kepala saya, setinggi tulang pelipis di tengkorak,” tambah dia.
Demi mencapai keinginannya, Manel de Aguas akhirnya bahkan harus melakukan operasi di Jepang, untuk memasang sirip buatan yang ditanamkan ke tengkoraknya.
Pasalnya, beberapa dokter di Spanyol telah menolak memasukan sirip seberat 500 gram tersebut. “Saya akan menjelajahi cuaca melalui organ sensorik baru ini,” tulis Manel de Aguas.
Sekadar informasi, sirip tersebut dapat diisi ulang dengan energi matahari, dan dapat dihubungkan ke berbagai perangkat melalui Wi-Fi. Implannya memungkinkannya merasakan setiap gempa bumi di dunia. Selain itu, dia juga memiliki antena di tengkoraknya, sehingga dia dapat mendengar warna.
(Martin Bagya Kertiyasa)