Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penumpang Sempat Terlantar, Penerbangan London-Australia Akhirnya Beroperasi Lagi

Muhammad Ali Hafizhuddin , Jurnalis-Minggu, 03 Januari 2021 |18:02 WIB
Penumpang Sempat Terlantar, Penerbangan London-Australia Akhirnya Beroperasi Lagi
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

SINGAPORE Airlines kini melanjutkan penerbangan London-Australia, setelah menghentikan penerbangannnya semenjak maraknya virus corona varian baru di Inggris. Namun ada sederet syarat ketat yang mesti dipatuhi dalam penerbangan.

Dilansir dari simpleflying, dua hari sebelum perayaan Natal, Pemerintah Singapura melarang pengunjung jangka pendek dan penumpang transit berada di Inggris. Keputusan tersebut, berlaku pada pukul 11:59. waktu Singapura, Rabu, 23 Desember lalu. Akibatnya, ribuan penumpang pesawat terdampar di luar negeri, dengan pilihan terbatas untuk pulang.

Sekarang, Singapore Airlines melaporkan bahwa mereka telah menerima persetujuan pemerintah untuk mengangkut penumpang dari London Heathrow ke Sydney dan Auckland melalui bandara Singapore Changi.

Menurut Sydney Morning Herald, Singapura telah mencabut larangan bagi pengunjung yang transit melalui Bandara Changi dari Inggris.

Baca Juga: Pulihkan Wisata Bali, Pekerja Pariwisata Berharap Dapat Vaksin Covid-19

Hal ini terjadi selama lebih dari seminggu, setelah pemerintah memutuskan untuk memblokir siapapun dari Inggris, karena temuan virus corona baru yang terdeteksi di negara itu.

 sq

Juru bicara Singapore Airlines mengonfirmasi bahwa persetujuan pemerintah untuk mengangkut penumpang telah diperoleh. Maskapai ini sekarang dapat mengangkut penumpang dari Bandara Heathrow London ke Sydney dan Auckland melalui Bandara Changi Singapura, dengan pembatasan khusus.

Persetujuan untuk mengoperasikan layanan seperti London-Singapura-Sydney akan datang dengan batasan khusus. Penumpang yang terhubung ke Australia harus tetap berada di dalam pesawat selama berada di darat saat di Singapura. Menurut Stuff publikasi Kiwi, aturan ini berlaku untuk transit melalui Auckland juga.

Sementara itu data penerbangan terbatas saat ini, dapat berlaku untuk penerbangan terbaru dengan Singapore Airlines Airbus A350-900 yang terdaftar sebagai 9V-SMU pada 31 Desember dengan FlightRadar24.

1. Pesawat berangkat dari London pada 10:20 menuju Singapura sebagai SQ317 dan mendarat di Singapura pada 06:26 waktu setempat (1 Januari).

2. Setelah penerbangan 12 jam ini, penumpang akan tetap berada di dalam pesawat karena berubah menjadi SQ281 dengan layanan ke Auckland.

3. Penerbangan kemudian berangkat sekitar dua setengah jam kemudian, pada 08:54, dan mendarat di Auckland pada 23:04 waktu setempat, untuk waktu penerbangan kedua dilakukan sekitar 10 jam.

Baca Juga: Sandiaga Uno Bahas Masa Depan Pariwisata Indonesia dengan Mari Elka Pangestu

“Kesehatan dan keselamatan staf dan pelanggan kami tetap menjadi prioritas utama kami, dan Singapore Airlines akan terus menerapkan langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang ketat di darat dan di udara, untuk memastikan kesejahteraan penumpang dan kru kami”, ucap Juru bicara Singapore Airlines melalui Sydney Morning Herald.

Kebijakan menetap di pesawat ini berarti bahwa penumpang harus tetap berada di dalam pesawat selama kurang lebih 24 jam.

Hal ini merupakan perjalanan yang cukup untuk dibatasi pada kursi kelas ekonomi, dengan masker yang selalu terpasang. Sayangnya, penumpang kemungkinan besar tidak punya pilihan selain menjalani perjalanan yang sangat jauh untuk bisa pulang.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement