Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Epidemiologi Ungkap Gejala Covid-19 Jenis Baru, Apa Saja?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 30 Desember 2020 |12:45 WIB
  Ahli Epidemiologi Ungkap Gejala Covid-19 Jenis Baru, Apa Saja?
Pandemi Covid-19 (Pixabay)
A
A
A

Covid-19 jenis baru menjadi ancaman yang harus diwaspadai. Penyakit tersebut diketahui 70 persen lebih menular dibandingkan Covid-19 generasi pertama.

Ahli epidemiologi Inggris bahkan menerangkan, Covid-19 jenis baru yang ditemukan di Kent, Inggris, lebih mudah menyerang anak-anak karena kekuatan virus yang lebih mudah menginfeksi.

Covid-19 jenis baru dari Inggris

Kebijakan yang sangat tepat Pemerintah Indonesia menutup perjalanan dari Inggris. Hal ini tentunya untuk mencegah adanya imported case yang bisa terjadi jika orang dari Inggris tetap dipersilahkan masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, masyarakat banyak yang bertanya apakah gejala Covid-19 jenis baru sama dengan Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China?

Menjawab hal tersebut, Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif, MPH, PhD menerangkan, gejala Covid-19 jenis baru tidak jauh berbeda dengan Covid-19 generasi pertama.

"Soal gejala yang muncul ketika seseorang terinfeksi Covid-19 jenis baru, jawaban saya sama saja. Jadi, tidak ada perbedaan soal gejala yang ditimbulkan," kata dr Syahrizal pada Okezone melalui pesan singkat, belum lama ini.

Hanya saja dr Syahrizal menjelaskan, kekuatan menularnya virus mutasi tersebut lebih besar dibandingkan Covid-19 generasi pertama. "Dalam dunia medis, Ro dari Covid-19 yang lama adalah 4, sedangkan Ro Covid-19 jenis baru ialah 6,8," terangnya.

Ro di atas terkait dengan Ro basic reproduction rate atau kemampuan seseorang yang sakit menularkan kepada orang yang rentan tanpa adanya intervensi. Soal angka-angkanya, dapat diterangkan secara sederhana seperti ini.

"Artinya, jika satu orang sakit Covid-19 dia bisa menular ke 4 orang yang rentan. Sedangkan, pada situasi strain baru, virusnya bisa menular ke 6 hingga 7 orang yang rentan," papar dr Syahrizal.

Jadi, baik itu Covid-19 yang pertama kali ditemukan ataupun Covid-19 jenis baru, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengategorikan gejalanya dalam beberapa kelompok, yaitu gejala paling umum, gejala umum, dan gejala serius.

Gejala paling umum adalah demam, batuk kering, dan keletihan. Sedangkan, gejala umum antara lain nyeri badan, sakit tenggorokan, diare, konjungtivitis, sakit kepala, kehilangan kemampuan untuk mengecap rasa atau mencium bau, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau kaki.

Sedangkan, gejala serius Covid-19 dikatakan WHO yaitu kesulitan bernapas, dada terasa seperti tertekan dan timbul nyeri, serta kehilangan kemampuan untuk berbicara atau menggerakkan tubuh.

Di sisi lain, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menemukan gejala Covid-19 lainnya ditandai dengan mual dan hidung tersumbat. Lalu, gejala Covid-19 lainnya yang harus diwaspadai adalah Happy Hypoxia Syndrome atau kondisi tubuh memiliki kadar oksigen rendah, tetapi terlihat seperti orang normal.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement